“Aksi kami ini sebagai bentuk kepedulian bagi desa kami. Khususnya dalam menyambut pilkades 2019 mendatang,” kata Korlap aksi Babun saat dikonfirmasi wartawan.
Ia menjelaskan, adanya aksi menggeruduk kantor desa dan menyampaikan aspirasi tersebut, karena pihaknya mengetahui ada calon kades yang mendaftar, statusnya masih belum jelas. Bahkan surat pengunduran dirinya sebagai kades di desa lain itu, tidak ada.
“Kami menuntut panitia (pilkades), dan juga tim verifikasi calon kades untuk bekerja dan berbuat seadil-adilnya,” imbuh dia.
Diketahui Babun, untuk calon pilkades yang mendaftar dan bukan berasal dari desanya, ada dua orang. Hal itu tidak masalah asal memenuhi syarat yang ditentukan. Dia berjanji akan mengawal verifikasi administrasi karena akan berlangsung prosesnya hingga 25 Juli mendatang.










