Sabtu, 20 Juli 2019 23:48

Lindungi Hak Anak, SMP di Sidoarjo Deklarasi Sekolah Ramah Anak

Senin, 10 Desember 2018 16:57 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Mustain
Lindungi Hak Anak, SMP di Sidoarjo Deklarasi Sekolah Ramah Anak
?TEKEN: Kadikbud Asrofi disaksikan Wabup Sidoarjo dan Ketua Komisi D, teken deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA), Senin (10/12). Foto: MUSTAIN/BANGSAONLINE

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sidoarjo berupaya melindungi hak-hak anak. Itu dilakukan 25 SMP Negeri dan Swasta yang mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak (SRA), di Pendopo Delta Wibawa, Senin (10/12).

Deklarasi ini dipimpin oleh Wabup Sidoarjo H Nur Ahmad Syaifuddin. Selain Wabup, deklarasi juga ikut diteken Ketua Komisi D, H Usman, Kadikbud Asrofi, Asisten II Heri Soesanto, para guru, siswa dan wali siswa. “Ada delapan standar menentukan dan menetapkan SRA,” ucap Wabup.

Kata Wabup, dalam deklarasi itu diantaranya menjamin, memenuhi, menghargai dan melindungi hak-hak anak. Selain itu, mendukung partisipasi anak serta anti tindakan kekerasan dalam hal apa pun.

Sedangkan yang terakhir adalah anti bullying. “Hal ini mendorong anak makin bebas berkreasi dan mengembangkan kemampuannya kepada hal-hal yang bersifaf positif,” beber Cak Nur, panggilan Wabup.

Kadikbud Asrofi menambahkan, SRA ini program yang dilaksanakan bertahap. Oleh karena itu, pihaknya bakal membudayakan SRA dengan target bertahap. “Mudah-mudahan program ini bisa meminimalisir kasus yang melibatkan pelajar,” tegasnya.

Ketua MKKS SMP Swasta Sidoarjo, Abdul Sjukur menegaskan harus ada standar dan kriteria SRA. Selain itu, harus ada pelatihan dan tahapannya. “Jika tidak ada standarnya, bisa membuat siswa tidak bisa ditegur,” bebernya.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Sidoarjo, AKP Rahmatul Laila mengungkapkan ada 60 kasus dalam setahun terakhir yang melibatkan pelajar. Angka kasus itu, tergolong sangat tinggi.

"Jumlah kasus itu tergolong tinggi. Kami berharap dalam program baru ini kasus kriminal yang melibatkan pelajar dan anak-anak bisa menurun,” harap AKP Rahmatul Laila. (sta/ian)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...