SAMPANG (bangsaonline) - Kepedulian Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang terhadap limbah medis patut dipertanyakan. Pasalnya, dari 21 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupetan Sampang tidak satupun yang memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (Ipal).
Dugaan kuat pembuangan limbah di sejumlah Puskesmas selama ini tidak jelas, bahkan sebagian ada yang ditengarai dibakar maupun ditimbun dalam tanah.
BACA JUGA:
- Diskopimdag Sebut Konflik Timur Tengah Belum Pengaruhi Harga Pangan di Sampang
- Bukan karena Konflik Timteng, Pemkab Sampang Sebut Stok LPG Dipengaruhi Permintaan Tinggi
- Konflik Timur Tengah Masih Panas, Disnaker Sampang Sebut Pengiriman Pekerja Migran Tetap Berjalan
- Diskominfo dan Dinsos Sampang Kolaborasi Siapkan Sosialisasi Larangan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun
Kepala Dinas Kesehatan KabupatenSampang dr Firman Pria Abadi saat dikonfirmasi terkait Ipal, berdalih jika terkendala anggaran. Menurutnya, selama ini Dinkes sudah memikirkan tentang pembuatan Ipal, namun Dinasnya masih memprioritas program yang lainnya daripada pembuatan Ipal.
"Memang semua Puskesmas yang ada di Sampang belum ada Ipal, hal itu karena keterbatasan anggaran, sebab pembuatan Ipal harganya sangat mahal," dalihnya.
Ketika ditanyakan selama ini pembuangan limbah medis dibuang kemana?
Firman mengaku limbah medis ditimbun dalam tanah. Karena pihaknya belum mampu mengirim ke Puskesmas di luar Sampang yang memilik Ipal. "Karena kita belum punya Ipal, sampah medis hanya dikubur saja," tegasnya.
Firman berkelit jika bukan hanya Puskemas di Sampang saja yang belum memiliki Ipal, namun sebagian besar di Kabupaten/Kota di Jawa Timur juga belum memiliki Ipal. "Puskesmas yang ada di Jawa Timur hanya sebagian kecil yang memiliki Ipal," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






