Rabu, 21 November 2018 09:57

Ketum APPSI Dukung Palangkaraya Jadi Ibu Kota Negara

Kamis, 08 November 2018 21:43 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Ketum APPSI Dukung Palangkaraya Jadi Ibu Kota Negara
Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran memberikan cinderamata kepada Ketum APPSI, Soekarwo.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), Dr. H. Soekarwo mendukung wacana Palangkaraya menjadi Ibu Kota Negara Indonesia yang baru. Wacana tersebut sejalan dengan cita-cita presiden pertama RI, Bung Karno ketika meresmikan Kota Palangkaraya sebagai ibu kota provinsi Kalimantan Tengah pada Tahun 1957 lalu.

“Pasti Bung Karno punya alasan kuat mengapa ingin memindahkan ibukota negara ke Palangkaraya. Jadi kami setuju ibu kota negara pindah ke sini,” kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya saat Pra Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APPSI Tahun 2019 di Kahayan Ballroom Swiss-Bel Hotel Danum, Jl. Tjilik Riwut KM 5 No. 9, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (7/11) malam.

Pakde Karwo mengatakan, terdapat beberapa alasan kuat untuk menjadikan Palangkaraya sebagai ibu kota negara. Di antaranya, dari segi keamanan, di mana menurut penelitian para ahli, Palangkaraya merupakan wilayah yang aman dari gempa. “Insya Allah, para ahli gempa menyatakan bahwa di sini adalah pulau yang tidak ada gempa” katanya.

Kedua, lanjut pria yang juga menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur ini, dari aspek kestrategisan wilayah, di mana secara geografis, Palangkaraya posisinya tepat berada di tengah-tengah wilayah nusantara. Sehingga jika dijadikan ibu kota negara, maka jalur distribusinya akan menjadi lebih mudah, murah, dan cepat.

“Lokasinya tidak terlalu dekat dengan laut, tapi juga di sebelahnya ada sungai yang besar, yakni Sungai Kahayan. Ini memenuhi syarat ibukota di dunia, ini bagus untuk dijadikan ibu kota negara, masyarakat di Indonesia akan ter-engineering dengan sendirinya, banyak yang ingin pindah ke sini untuk bekerja, bisnis, dan lainnya” lanjutnya.

Dalam kesempatan ini, Pakde Karwo juga mengatakan bahwa terdapat berbagai agenda yang akan dibahas dalam Rakernas APPSI Tahun 2019 adalah upaya untuk semakin menyejahterakan seluruh provinsi di Indonesia. Di mana salah satunya, mendorong pemerintah pusat untuk membuat aturan pajak penghasilan (PPh) Badan dapat masuk ke daerah.

“Kita akan membuat surat dan mendatangi DPR RI agar segera membuat aturan yang mengatur bahwa PPh badan harus masuk ke daerah yang menjadi tempat usaha tersebut Contohnya, jika perusahaan perkebunan sawit di Kalteng, maka membayar PPh badan-nya ya di Kalteng. Sebab, selama ini meski perusahaannya di daerah, tapi bayar pajaknya ke DKI Jakarta” katanya.

Peraturan tersebut, lanjut orang nomor satu di Jatim ini, untuk mewujudkan keadilan dan pemerataan kesejahteraan di Indonesia. Apalagi, sumbangan PPh badan dari daerah sangat besar, salah satu contohnya, PPh badan Jawa Timur rata-rata per tahunnya menyumbangkan sebanyak Rp. 10,7 triliun kepada DKI Jakarta.

Senada dengan Pakde Karwo, Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran mengatakan, sudah saatnya daerah mendapat perlakuan yang adil terkait PPh badan. “Seandainya daerah menyumbangkan PPh badan ke DKI Jakarta sebesar Rp. 75 triliiun, paling tidak lima persennya kembali ke daerah penghasil, ini akan lebih adil,” katanya.

Gubernur Sugianto juga meminta dukungan seluruh pihak agar diberlakukan syarat kepada investor, bahwa jika ingin mendirikan perusahaan di daerah, maka perusahaan tersebut harus menyetor pajak ke daerah, bukan ke DKI Jakarta, meskipun perusahaan pusatnya berada di Jakarta.

“Jadi pendapatan daerah akan meningkat, sehingga bisa meningkatkan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat” ujarnya.

Terdapat beberapa agenda yang dilakukan dalam Pra Rakernas APPSI Tahun 2019 yang berlangsung selama 7-9 November 2018 ini, yakni penjelasan rancangan materi Rakernas APPSI Tahun 2019 oleh Ketua Steering committee Rakernas APPSI, Bp. Prof. M. Ryaas Rasyid, MA, Ph.D, dan penjelasan kesiapan Pemprov Sumatera Barat selaku tuan rumah Rakernas APPSI Tahun 2019 oleh Organizing Committee.

Hadir dalam kesempatan ini diantaranya Wakil Ketua DPRD RI, Sekda Kalteng, pimpinan OPD di lingkup Pemprov Jatim dan Pemprov Kalteng, para Asisten Pemerintahan Sekdaprov se-Indonesia, para Kepala Biro Pemerintahan Setdaprov se-Indonesia, dan unsur Forkopimda Kalteng. (ian/rev)

Berita Terkait
Rabu, 14 November 2018 00:10 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SUASANA khusuk menyelimuti Jumat malam 9 November 2018 di lorong-lorong kampung, di ruas-ruas musholla, di beranda-beranda langgar, di ruang-ruang masjid, surau ataupun gardu desa. Rakyat membaca doa dengan selingan renungan tent...
Senin, 19 November 2018 11:17 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Waja’alnaa allayla waalnnahaara aayatayni famahawnaa aayata allayli waja’alnaa aayata alnnahaari mubshiratan litabtaghuu fadhlan min rabbikum walita’lamuu ‘adada alssiniina waalhisaaba...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Selasa, 06 November 2018 22:28 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Dua tahun terakhir Kabupaten Madiun mendapatkan penghargaan Anugerah Wisata Tingkat Provinsi Jawa Timur. Pertama anugerah wisata buatan terbaik provinsi diraih Taman Wisata Madiun Umbul Square tahun 2017, menyusul kemudian ...