Rabu, 11 Desember 2019 09:42

Festival Sego Boranan Dua Hari Lagi, Siapkan 15 Ribu Porsi untuk Buka Puasa

Rabu, 23 Mei 2018 18:46 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Nur Qomar Hadi
Festival Sego Boranan Dua Hari Lagi, Siapkan 15 Ribu Porsi untuk Buka Puasa
Sebanyak 150 pedagang Sego Boran siap melayani masyarakat Sabtu lusa.

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Lamongan Fadeli memberikan arahan langsung terkait rencana digelarnya Festival Sego Boranan di puncak peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-449 26 Mei mendatang. Dia meminta desain festival dan eksekusinya tidak dibuat asal-asalan.

Salah satunya terkait penataan penjual Sego Boranan, agar dibuat sedemikian rupa sehingga menarik. Kemudian yang terpenting, agar setiap penjual Sego Boranan yang dihadirkan dalam festival itu menyediakan masing-masing sebanyak 100 sajian.

Dalam Festival Sego Boranan yang akan dipusatkan di sekitar Alun-alun Lamongan tersebut, bakal dihadirkan 150 pedagang. Sehingga jika masing-masing pedagang menyiapkan 100 pincuk sajian, maka akan ada 15 ribu sajian Sego Boranan yang bisa dinikmati untuk berbuka puasa.

Ada alasan khusus, sehingga Bupati Fadeli memberi perhatian lebih pada Festival Sego Boranan. Yang pertama tentu saja ini adalah kuliner khas yang hanya ada di Lamongan, dan telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari sosia kultur masyarakat Lamongan.

Selain itu, Bupati Fadeli rupanya sudah dihubungi banyak warga Lamongan di perantauan, bahkan yang di luar negeri. Mereka akan secara khusus mudik ke Lamongan untuk bisa hadir dan menjadi bagian dalam Festival Sego Boranan.

"Pengaruh media saat ini sangat luar biasa. Saya dikirimi gambar promo Festival Sego Boranan oleh warga Lamongan yang ada di berbagai daerah, termasuk yang di luar negeri. Mereka rindu, dan ingin hadir di Lamongan untuk menikmati Sego Boranan dalam sebuah festival," jelas dia.

Karena itu dia meminta agar Festival Sego Boranan didesain seapik mungkin sehingga tidak membuat kecewa masyarakat yang hadir, apalagi yang sudah jauh-jauh mudik ke Lamongan.

“Terutama Saya minta agar disediakan minimal 100 sajian di masing-masing 150 penjual di Festival Sego Boranan. Dengan menyediakan 15 ribu sajian Sego Boranan, diharapkan semuanya yang hadir bisa kebagian menu berbuka puasa Sego Boranan,“ katanya memberi penjelasan.

Berbeda dengan Soto Lamongan yang banyak dijual warga perantauan di berbagai daerah, sehingga sudah dikenal luas sebagi kuliner khas Lamongan. Sego Boranan ini memiliki keunikan, karena hanya dibuat oleh warga di Dusun Kaotan Dusun Sumberejo, Kecamatan Lamongan. Selama berpuluh-puluh tahun, kuliner ini juga hanya dijual di Kota Lamongan.

Meski saat ini sudah ada beberapa penjual yang mulai menjajakannya keluar Kota Lamongan, namun masih sebatas di kecamatan tetangga. Sehingga Sego Boranan tidak seterkenal Soto Lamongan.

Dinamakan Sego Boranan, karena nasinya diletakkan dalam wadah bambu yang disebut boran. Kuliner ini kerap dihidangkan dalam pincuk daun pisang, dengan beragam lauk pilihan. Mulai ikan gabus, bandeng, ayam, hingga yang paling khas ikan sili asap. Nasi dan lauk ini kemudian dilumuri dengan sambel boran yang terkenal pedas, didampingi toping sayur kerawu, empok dan rempeyek. (qom/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 09 Desember 2019 06:11 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Untuk menyambut peringatan hari jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-248 pada 18 Desember 2019, Kabupaten yang berjuluk The Sunrise of Java ini menggelar parade seni budaya Kuwung dengan tema "Gumelare Bumi Blambangan" Sab...
Senin, 09 Desember 2019 23:53 WIB
Oleh: Sila Basuki, S.H., M.B.A. Tren kemenangan seorang calon independen dalam pilkada Kota Surabaya akan sangat mungkin terjadi, mengingat di beberapa kota lain juga bisa terjadi. Berkat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008, tentang p...
Sabtu, 30 November 2019 20:10 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*76. Wa-in kaaduu layastafizzuunaka mina al-ardhi liyukhrijuuka minhaa wa-idzan laa yalbatsuuna khilaafaka illaa qaliilaan.Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau h...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...