Tak hanya di Desa Kepuhdoko, pria asli Plandaan ini mengakui masih banyak warga di desa-desa lain yang juga meminta uang saat dirinya blusukan. Kata Gus Syaf, hal ini disebabkan elit-elit politik yang âmembudayakanâ pemberian uang saat kampanye.
âMakanya selain kampanye, kita dekati dan kasih pemahaman baik-baik kalau pemberian uang saat kampanye itu dilarang dan tidak baik,â ungkap pria yang juga keluarga besar Mursyid Thoriqot Shiddiqiyyah, KH. Muchtar Muâthi.
âSaya akan memberikan contoh kepada masyarakat bagaimana berpolitik yang baik dan santun. Karena, tanpa peran dari tokoh utama pimpinan partai dan tokoh masyarakat, maka rencana politik tanpa transaksional uang sulit diciptakan. Pemilih harus cerdas dan pintar,â katanya.
âMasyarakat kecil selama ini terlalu banyak dipertontonkan politik keras dan uang. Secara tak langsung hal ini membentuk budaya buruk di masyarakat. Sekarang nyalon kepala desa saja pakai uang, ini tidak bagus buat ke depan,â tukas Gus Syaf.










