Pada dasarnya gelar atau title โtakmir masjidโ itu sangat mulia, sebab ia langsung dari Allah swt yang disebutkan di dalam Alquran. Berbeda dengan title atau gelar yang lain, itu hanya manusia yang menyematkan, seperti H (Haji), Ust (Ustadz), KH (Kyai Haji) dan lain lain.
โTakmir masjidโ secara bahasa berarti peramaian masjid, tapi secara adat Indonesia itu artinya orang-orang yang memakmurkan/meramaikan masjid atau orang-orang yang mengelola masjid sehingga masjid itu menjadi makmur. Julukan ini diambil dari firman Allah:
ุฅููููู ูุง ููุนูู ูุฑู ู ูุณูุงุฌูุฏู ุงูููููู ู ููู ุกูุงู ููู ุจูุงูููููู ููุงููููููู ู ุงููุขุฎูุฑู ููุฃูููุงู ู ุงูุตููููุงุฉู ููุกูุงุชูู ุงูุฒููููุงุฉู ููููู ู ููุฎูุดู ุฅููููุง ุงูููููู ููุนูุณูู ุฃููููุฆููู ุฃููู ููููููููุง ู ููู ุงููู ูููุชูุฏูููู
โYang dapat memakmurkan masjid-masjid Allah ialah hanya orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjukโ. (Qs. At-Taubah: 18).










