12 Santri Tersangka Pengeroyok Sesama Santri di Jombang Dikeluarkan dari Pondok dan Sekolah

12 Santri Tersangka Pengeroyok Sesama Santri di Jombang Dikeluarkan dari Pondok dan Sekolah Para santri pengeroyok saat diamankan di Mapolres Jombang. foto: rony suhartomo/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - 12 santri yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap Abdullah Muzaka Yahya (15) seorang santri asal Desa Pasemban Kecamatan Kencong Kabupaten Jember, hingga meninggal resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Jombang Jawa Timur.

"Ke-12 santri tadi malam hingga dinihari tadi diperiksa oleh unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) sudah sebagai tersangka, Pemeriksaan juga didampingi oleh orang tua ataupun pengurus pondok. Dan mulai hari ini mereka resmi ditahan," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang, AKP Wahyu Hidayat. Selasa (1/3/2016).

Wahyu menambahkan, selain penetapan tersangka, pihaknya juga mengamankan beberapa barang bukti yang digunakan untuk melakukan pengeroyokan. Di antaranya sabuk dan barbel.

Wahyu juga mengaku tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku ke 13, namun berdasarkan pengurus yang bersangkutan sudah tidak kembali ke pondok sejak dua hari lalu.

Terpisah, Majelis Pimpinan Pesntren (MPP) Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang mengaku kecolongan terkait tragedi pengeroyokan ini.

"Kami sangat menyayangkan kegiatan seperti itu dan kami anggap ini adalah musibah. Dan dalam waktu dekat kita akan benahi tata kelola keamanan yang ada di pondok pesantren," ujar MPP Bagian keamanan dan ketertiban H. Rohmatul Akbar. Selasa (1/3/2016).

Lelaki yang akrab Gus Bang ini menambahkan, apa yang dilakukan oleh para pelaku terhadap korban seharusnya tidak terjadi. “Dari infomasi yang kita dapat pelaku ini dendam karena sebelumnya pernah dimintai uang oleh korban di bawah flyover peterongan,” terang Gus Bang.

"Tindakan main hakim sendiri itu tidak dibenarkan oleh pondok pesantren, karena di Pondok pesantren ada keamanan yang bertugas mengurusi hal itu, namun bagaimana lagi ini adalah musibah," imbuhnya.

Masih menurut Gus Bang, saat ini MPP dan Kepala sekolah SMP Darul Ulum 1 Unggulan selaku tempat korban bersekolah tengah berada di rumah korban untuk meminta maaf dan turut berbela sungkawa atas musibah yang terjadi.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO