Moch Imron dan Gus Wahib Wahab saat mensosialisasikan LGBT di warung-warung. foto: yudi eko purnomo/ BANGSAONLINE
KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Fenomena LGBT (Lesbi, Gay, Biseksual, Transgender) menghinggapi kalangan pelajar dan generasi muda di Kota Mojokerto. Penyuka sesama jenis itu sedang ngretren di kalangan pelajar.
Seorang pelajar berisial BR mengungkapkan hal itu. Bahkan menurutnya, mereka mulai berani menunjukkan aktivitasnya di tempat-tempat publik. Seperti di Alun-Alun Kota Mojokerto dan Taman Benteng Pancasila.
BACA JUGA:
- Bukan Diperiksa, Jajaran Pemkot dan DPRD Kota Mojokerto ke KPK RI untuk Hadiri Undangan Rakor
- Produksi Video Porno Sesama Jenis Sejak 2024, Pria asal Larangan Diamankan Polres Pamekasan
- Heboh Grup Gay di Facebook, Polres Lamongan Lakukan Penyelidikan
- Korban Laka Laut Pantai Drini Tiba, Pj Wali Kota Mojokerto Turut Sholati Jenazah
”Mereka kini sudah tidak sungkan lagi mengungkapkan jati dirinya di publik,” ungkap BR, Minggu (21/2).
Menurut BR, aktivitas kencan yang dilakukan para gay ini berlangsung setiap malam. Dan menurutnya, para gay kebanyakan berstatus pelajar. Mereka kerapkali bertemu di Tirto Asri sumber air panas yang terletak di Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Magersari.
Para gay pelajar tak hanya datang dengan pasangan masing-masing. Bahkan menurutnya, banyak di antara mereka yang sengaja mencari pasangan di lokasi itu. ”Ketemuan, cocok dan langsung tembak. Tapi kalau hari Sabtu, jumlahnya tidak terhitung dan memang aman-aman saja,” tukasnya.
Lebih jauh RB menyebut, Kota Mojokerto menjadi sentral pertemuan para gay dari beberapa wilayah tetangga, baik Sidoarjo, Gresik, Jombang dan Mojokerto. Karena menurutnya, di wilayah ini cukup mudah untuk mencari pasangan gay. Terlebih, banyak gay dari kalangan pelajar yang menjadi daya tarik sendiri bagi kaum gay berumur.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




