TUBAN, BANGSAONLINE.com - Usia bukan penghalang untuk terus menuntut ilmu. Pembuktian ini ditunjukkan oleh 40 warga Kabupaten Tuban yang berhasil menuntaskan masa studinya dan mengikuti prosesi wisuda di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Adhyaksa Tuban pada Selasa (6/10/2026).
Acara kelulusan yang dipusatkan di Gedung Korpri Tuban tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tuban Ujang Sutisna, Ketua DPRD Tuban, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Kepala PKBM Adhyaksa Tuban, Cipnal Muchlip, menyampaikan bahwa wisuda ini merupakan tonggak awal bagi para lulusan untuk meraih peluang yang lebih luas di masyarakat.
"Wisuda ini menjadi penanda selesainya salah satu tahapan pendidikan, sekaligus pijakan untuk melangkah menuju kesempatan yang lebih luas," ujar Cipnal di sela-sela prosesi.
Didirikan sejak 2020, PKBM Adhyaksa hadir sebagai wadah pendidikan inklusif bagi masyarakat yang sempat putus sekolah. Saat ini, lembaga tersebut didukung 18 tutor yang mendampingi sebanyak 233 warga belajar.
"Harapannya, mereka tidak hanya mendapatkan ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan dan bekal untuk melanjutkan kehidupan," ungkap Cipnal.
Pola pembelajaran di PKBM Adhyaksa tidak terbatas di dalam kelas. Warga belajar rutin diajak mengikuti outing class seperti kunjungan ke perusahaan dan instansi pemerintah, hingga dibekali pemahaman ilmu hukum dari Kejaksaan Negeri Tuban.
Ke depan, penguatan kompetensi akan ditingkatkan melalui berbagai pelatihan praktis, mulai dari tata boga, content creator, komputer, hingga teknik menjadi pembawa acara (MC) bahasa Jawa.
Kajari Tuban, Ujang Sutisna, turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para lulusan dan berharap momentum ini menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
"Selamat kepada seluruh warga belajar yang hari ini diwisuda. Ini menjadi motivasi, tidak hanya bagi mereka, tetapi juga bagi anak cucu dan warga masyarakat lainnya," tutur Ujang.
Ia menegaskan komitmen Kejari Tuban untuk terus menyokong pengembangan kurikulum dan soft skill di PKBM Adhyaksa demi mendongkrak indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Tuban. Jaksa juga akan diterjunkan langsung untuk memberikan edukasi hukum secara berkala.
"Ketika kesadaran hukum meningkat, kita berharap kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky mengapresiasi terobosan Kejari Tuban dan PKBM Adhyaksa. Menurut Bupati yang akrab disapa Mas Lindra ini, penerimaan ijazah bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari penerapannya di lapangan.
"Kami berterima kasih atas ikhtiar dari Kejaksaan dan PKBM Adhyaksa. Pemkab Tuban siap terus memberikan peningkatan dalam pelaksanaan pendidikan," tutur Bupati Lindra.
Pemerintah Kabupaten Tuban berjanji akan mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah untuk menunjang kegiatan belajar PKBM Adhyaksa, sekaligus menyiapkan pendampingan, pelatihan, serta pembukaan akses sertifikasi bagi para lulusan melalui sinergi antarperangkat daerah.
"Pemkab Tuban juga siap menerjunkan sumber daya manusia untuk memberikan pelatihan sesuai kebutuhan warga belajar. Termasuk membuka akses informasi mengenai program pelatihan maupun sertifikasi yang tersedia," pungkasnya. (wan/rev)










