Jokowi Mendadak di Jakarta Jelang Putusan MK soal Gugatan Pendidikan Gibran, PDIP Endus Hal ini

Kehadiran Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Jakarta menjelang pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka disorot politikus PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli.

Guntur mempertanyakan waktu kedatangan Jokowi yang bertepatan dengan agenda penting MK tersebut. Ia mengaitkannya dengan perkara yang salah satu pokok permohonannya menyangkut diskualifikasi Gibran sebagai Wakil Presiden.

"Kasak-kusuk Jokowi di Jakarta menjelang putusan MK soal Gibran? Menjelang putusan MK terkait diskualifikasi Gibran, Jokowi di Jakarta," tulis Guntur Romli, Selasa, (6/10/2026).

Menurut Guntur, kecurigaan publik terhadap situasi tersebut tidak terlepas dari rekam jejak perkara di MK yang sebelumnya berkaitan dengan pencalonan Gibran.

Ia secara khusus menyinggung Putusan MK Nomor 90/2023 yang mengubah ketentuan usia capres-cawapres.

"Publik punya alasan untuk curiga, karena rekam jejaknya kelam. Putusan MK No. 90/2023 yang mengubah syarat usia capres-cawapres dan meloloskan Gibran lahir dari proses yang cacat etik. Anwar Usman, paman Gibran, dicopot dari kursi Ketua MK," ujarnya.

Guntur juga menyinggung pemberitaan Majalah Tempo mengenai dugaan lobi dari lingkar Istana dalam proses putusan tersebut.

Klaim itu ia gunakan sebagai salah satu alasan mengapa kedatangan Jokowi menjelang putusan kembali menjadi sorotan.

"Majalah Tempo bahkan melaporkan dugaan lobi dari lingkar Istana: Pratikno dan timnya disebut menghubungi hakim konstitusi agar hakim yang semula menolak berbalik mengabulkan," katanya.

Atas rangkaian tersebut, Guntur menilai kehadiran Jokowi di Jakarta menjelang putusan sulit dianggap sebagai kebetulan.

Ia kemudian mempertanyakan apakah kedatangan tersebut berkaitan dengan agenda lain di tengah perhatian terhadap perkara Gibran.

"Dengan sejarah seperti itu, kehadiran Jokowi di Jakarta tepat menjelang putusan sulit dibaca sebagai kebetulan. Sekadar nonton bola? Atau kasak-kusuk jilid dua? Mau cawe-cawe lagi?" pungkasnya.