JAKARTA,BANGSAONLINE.com - Jurnalis senior Hersubeno Arief menyebut ada empat alasan yang diduga membuat Presiden Prabowo Subianto memilih diam terkait gugatan keabsahan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK).
Menurut Hersubeno, alasan pertama berkaitan dengan hubungan politik antara Prabowo dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang dinilainya tidak lagi berjalan seiring.
"Pertama, lolosnya kasus ini di Mahkamah Konstitusi mengkonfirmasi bahwa Prabowo dan Jokowi itu sudah pecah (kongsi,karena kalau tidak pecah kongsi, pasti enggak mungkinlah Pak Prabowo diam saja," ujar pria yang akrab disapa Hersu itu dalam kanal YouTube Hersubeno Point, dikutip Kamis (1/10).
Alasan kedua, menurut Hersu, Prabowo mungkin melihat Gibran sebagai beban politik bagi pemerintahannya.
"Kalau kita lihat komen-komen dari banyak pengamat, kemudian juga dari para netizen ya, Gibran menjadi salah satu titik lemah dari pemerintahnya Prabowo," ujarnya.
Karena itu, Hersu menilai tersingkirnya Gibran melalui proses hukum justru berpotensi memberikan keuntungan politik bagi Prabowo.
"Jadi kalau Gibran berhasil disingkirkan melalui proses hukum, ya ini kan pasti akan sangat menguntungkan Prabowo. Karena apalagi kalau Prabowo ini ee bersih tangannya ya, karena bukan atau partainya yang mempersoalkan," jelasnya.
Alasan ketiga, lanjut Hersu, apabila Gibran tersingkir dan Prabowo tidak terlihat memberikan perlindungan politik, Presiden berpeluang kembali merangkul sebagian pendukung lamanya yang menjauh setelah Prabowo bersekutu dengan Jokowi dan berpasangan dengan Gibran pada Pilpres 2024.
Selain itu, kelompok yang selama ini berseberangan dengan Jokowi juga dinilai Hersu berpotensi lebih terbuka untuk mendukung Prabowo.
"Jadi ketika Prabowo kemudian itu bermusuhan dengan Joko Widodo, tidak bersekutu seperti sekarang, itu akan menjadi teman orang-orang yang selama ini memusuhi Joko Widodo,"terangnya.
Adapun alasan keempat, menurut Hersu, absennya Gibran dari panggung politik nasional akan memberikan ruang lebih besar bagi Prabowo untuk melakukan konsolidasi pemerintahan tanpa terus berada dalam bayang-bayang Jokowi.
Menurutnya, kondisi tersebut juga dapat membantu Prabowo memulihkan tingkat kepercayaan publik terhadap kepemimpinannya.










