Rektorat UINSA Sempat Disegel, Mahasiswa Usir Polisi dan Tentara dari Kampus

SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Kondisi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya tak kondusif. Kampus yang terletak di Jalan A Yani Surabaya itu dipenuhi aksi demo ribuan mahasiswa. Para demonstran membakar ban dan menjadikan kawasan depan gedung rektorat UINSA sebagai ajang penyampaian aspirasi. Tampak juga seorang mahasiswi mempleyer gas sepeda motor sehingga suara knalpotnya meraung-raung.

Bahkan Gedung Rektorat UINSA sempat "disegel". Beberapa  spanduk juga bertebaran yang intinya mengecam Prof Akh Muzakki, PhD, Rektor UINSA. Mereka menuntut Prof Akh Muzakki, PhD yang dilantik kembali oleh Menteri Agama Prof Nazaruddin Umar untuk periode kedua pada Senin 15 September 2006 segera mengundurkan diri karena banyak kasus dan dianggap telah cacat moral.

Saat mahasiswa aksi demo tampak beberapa personel polisi dan anggota TNI di kawasan gerbang bagian dalam kampus UINSA. Namun mereka diusir oleh para mahasiswa. Seorang mahasiswa menyatakan bahwa kampus adalah ranah sipil bukan arena militer.

“Saya kan sudah bilang baik-baik mulai tadi. Ini ranah sipil bukan ranah militer,” ujar seorang mahasiswa. Tapi beberapa anggota TNI dan polisi itu ngotot bertahan. Seorang anggota TNI menyebut perintah komandannya.

“Kalau nggak tahu jangan ke sini. Minimal paham dulu undang-undangnya,” kata mahasiswa itu.

Sementara koordinator aksi Koko Prakoso mengaku akan terus melakukan demo agar Akh Muzakki segera mengundurkan diri. Ia bahkan juga mengaku akan meminta Komisi VIII DPR RI untuk menjembatai dalam Rapat Dengar Pendapat.

“Karena Kemenag sudah tidak kompeten, atau tidak menjalankan tugasnya secara maksimal atau totalitas,” ujanya.

Menurut dia, Akh Muzakki telah cacat. “Muzakki telah melakukan banyak kecacatan yang merugikan mahasiswa. Salah satunya UKT. UKT mahal. Ini benar-benar mencekik mahasiswa. Perpustakaan mangkrak. Sebelumnya sudah didemo oleh aliansi mahasiswa. Gak digubris. Sekarang mau jadi rektor kembali,” ujarnya.

Seperti diberitakan BANGSAONLINE, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya bergolak. Para mahasiswa, guru besar, alumni, dosen, menolak pelantikan Rektor Prof Akhmad Muzakki, PhD, karena selain diduga terlibat kasus suap Kopertais juga dinilai otoriter selama menjadi rektor UINSA selama ini.  

Akhmad Muzakki dilantik Menteri Agama Prof Nazaruddin Umar sebagai Rektor UINSA pada Selasa (15/9/2026) untuk periode kedua. Sebelumnya, ia telah menjabat sebagai rektor pada periode 2022-2026.

Sehari sebelumnya, Senin (14/9/2026), Akhmad Muzakki mendapat panggilan dari Kejari Tanjung Perak Surabaya. Artinya, pemeriksaan berlangsung sehari sebelum pelantikan Muzakki sebagai Rektor UINSA.

Panggilan pemeriksaan terhadap Rektor UINSA tersebut tertuang dalam surat bernomor B-01/M.5.43/Fd.1/09/2026. Surat itu meminta yang bersangkutan menghadap penyidik Kejari Tanjung Perak pada Senin (14/9/2026).

Kasi Intelijen Kejari Tanjung Perak, I Made Agus Mahendra Iswara menjelaskan, pemanggilan tersebut terkait permintaan keterangan atas dugaan tindak pidana korupsi berupa suap atau gratifikasi yang melibatkan Kopertais Wilayah IV Jatim dalam proses sertifikasi tenaga pendidik atau dosen di lingkungan Kementerian Agama periode 2024-2025.