KOTA BLITAR, BANGSAONLINE.com – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kota Blitar resmi memulai kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) untuk tahun ajaran baru. Kendati memiliki daya tampung hingga 1.000 peserta didik, sekolah berbasis asrama ini baru terisi 202 siswa pada gelombang awal penerimaannya.
Rincian siswa yang terdaftar saat ini mencakup 27 murid jenjang SD, 78 murid SMP, serta 97 murid SMA.
Dari total tersebut, sebagian merupakan peserta didik titipan dari daerah lain, yakni 29 siswa SMP dari Sekolah Rakyat Kota Batu dan 42 siswa SMA dari Sekolah Rakyat Kota Malang.
Kompleks pendidikan terpadu ini berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kota Blitar seluas 5,5 hektare di Kelurahan Kauman, Kecamatan Sukorejo. Infrastruktur yang disediakan sangat memadai, meliputi ruang kelas modern, asrama siswa, rumah susun untuk tenaga pengajar, hingga pelbagai fasilitas penunjang pembelajaran.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas kepercayaan pemerintah pusat yang menjadikan daerahnya sebagai salah satu titik penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
“Kami merasa bersyukur dan bangga. Kami mengucapkan terima kasih kepada Menteri Sosial dan Bapak Presiden yang telah mempercayai Kota Blitar untuk didirikan Sekolah Rakyat,” ujar Syauqul.
Ia menambahkan, kehadiran lembaga pendidikan ini menjadi angin segar bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kegembiraan pun terpancar dari para siswa dan orang tua murid yang mendapatkan kesempatan berharga ini.
“Kami melihat siswa berbahagia, orang tua juga berbahagia, karena Sekolah Rakyat ini benar-benar berpihak kepada rakyat, utamanya mereka yang secara perekonomian tidak baik-baik saja,” katanya.
Syauqul mengimbau para wali murid agar tidak meragukan mutu pembelajaran di sekolah tersebut. Selain menerapkan standar pendidikan tinggi, pihak sekolah menyediakan beragam saluran pengembangan bakat siswa.
“Orang tua tidak perlu khawatir, karena ini bertaraf internasional. Ekstrakurikulernya bisa sampai 15, sehingga potensi mereka benar-benar dieksplorasi di sini. Sekolah ini betul-betul berkualitas,” jelasnya.
Menanggapi sisa kuota yang masih luas, Syauqul menegaskan bahwa sistem penerimaan siswa baru masih sangat fleksibel. Masyarakat, khususnya kelompok prioritas dari keluarga prasejahtera, disarankan memanfaatkan fasilitas ini selagi pendaftaran susulan masih dibuka.
“Sekarang ada 202 siswa. Karena sifatnya masih mobile, bisa masuk kapan saja bagi yang ingin masuk ke sini. Jadi siswa, terutama yang menjadi prioritas, kami mohon untuk melihat dan memanfaatkan sekolah ini,” imbuhnya.
Dengan daya tampung hingga 1.000 orang, Sekolah Rakyat Terpadu Kota Blitar memiliki ruang yang sangat memadai untuk menampung peserta didik baru. Kehadiran sekolah ini diharapkan dapat mengakselerasi pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkan.










