MATARAM, BANGSAONLINE.com – Rais Syuriah PCNU Lombok Tengah (Loteng) Tuan Guru Haji (TGH) Maarif Makmun Diranse mendukung penuh Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, untuk masuk sebagai salah satu anggota Ahlul Halli Wal ‘Aqdi (Ahwa) dalam Muktamar ke-32 NU pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang Jawa Timur.
Menurut Tuan Guru Maarif, Kiai Asep merupakan ulama NU yang sukses mendirikan dan mengelola pondok pesatren. Bahkan Kiai Asep, tegas Tuan Guru Maarif, dikenal sebagai ulama kaya raya yang sangat dermawan. Termasuk secara rutin memberikan beasiswa kepada kader-kader NU di seluruh Indonesia.
“Pak Kiai Asep harus masuk Ahwa karena beliau ulama NU yang sukses mengelola pendidikan, beliau sangat banyak mengabdi untuk NU dan memberi beasiswa. Betul kata kiai, tangannya gatal kalau Pak Kiai Asep tidak memberi uang kepada orang,” tegas Tuan Guru Haji (TGH) Maarif Makmun Diranse kepada BANGSAONLINE di sela-sela acara pelantikan Pengurus Wilayah (PW) Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) di pendopo Walikota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (13/6/2026).
“Pak Kiai Asep itu putra pendiri NU, KH Abdul Chalim. Harus masuk PBNU,” tambah pengasuh Pondok Pesantren Manhalul Ma'arif Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat itu.
Seusai acara pelantikan JKSN, Tuan Guru Maarif mempertemukan Kiai Asep dengan sejumlah Rais Syuriah PCNU. Mereka membahas tentang NU ke depan, terutama soal muktamar NU.
Diisinggung tentang namanya yang dimasukkan dalam daftar Ahwa dari kubu tertentu, Tuan Guru mengatakan yang paling pantas masuk Ahwa adalah Kiai Asep.
“Kalau saya kan terbatas, lokal saja, kalau Kiai Asep kan sudah dikenal secara nasional, dan banyak yang mendukung,” ujar Tuan Guru Maarif yang baru saja dilantik sebagai Ketua Pembina PW JKSN NTB.
JKSN adalah organisasi yang secara nasional dipimpin Kiai Asep. Kiai miliarder tapi dermawan itu menjabat sebagai Ketua Umum JKSN. Selain Ketua Umum JKSN, Kiai Asep juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu).
Tuan Guru Maarif mengaku didatangi oleh anggota DPR dari partai tertentu terkait namanya yang dimasukkan sebagai salah satu anggota Ahwa. Tapi dalam susunan Ahwa versi parpol tertentu itu tidak ada nama Kiai Asep.
“Saya minta kepada anggota DPR itu agar nama Kiai Asep dimasukkan sebagai salah satu calon anggota Ahwa dari sembilan kiai itu,” ujarnya.
“Saat saya mengantar menuju mobilnya saya minta lagi agar Kiai Asep dimasukkan sebagai calon anggota Ahwa,” ujar Tuan Guru Maarif lagi.
Tuan Guru Maarif juga mengatakan bahwa fitnah terhadap Kiai Asep tentang bagi-bagi uang sebesar Rp 30 juta kepada PCNU juga tidak mempan. Apalagi setelah ada klarifikasi lewat video (podcast monolog bangsaonline) dari M. Mas’ud Adnan.
“Tak ada pengaruhnya. Orang tak percaya karena orang sudah tahu siapa Kiai Asep. Video itu sudah saya bagi kepada orang-orang penting,” katanya.
Tuan Guru Maarif Makmun memang sempat kontak Mas’ud Adnan, CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE, minta izin untuk menyebarkan video klarifikasi tentang isu hoax alias informasi palsu yang menimpa Kiai Asep itu. Link video itu berjudul Fitnah Besar Menimpa Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim di Podcast BANGSAONLINE channel YouTube.
Menurut dia, Kiai Asep sudah dikenal luas sebagai orang kaya tapi dermawan sekaligus anti risywah. “Kalau bulan puasa bagi-bagi uang dan sembako sampai miliaran,” ujar Tuan Guru Maarif Makmun.
Sekedar informasi, Kiai Asep Saifuddin Chalim sering melakukan acara Pergunu ke berbagai daerah termasuk ke NTB. Biasanya Kiai Asep dijemput Tuan Guru Maarif Makmun di VIP Bandara Internasional Lombok. Bahkan Kiai Asep kadang bermalam di kediaman Tuan Guru Maarif Makmun, yaitu di Pondok Pesantren Manhalul Ma'arif Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.










