Oleh: Arief Supriyono
Pada 22 Juli 2026, seorang pemuda asal Bogor bernama Yurizal Tri Chaerawan menuliskan keluh kesahnya di Threads. Ia sudah delapan jam menunggu, namun ruang rawat inap belum juga tersedia.
Ia bahkan enggan menyebut nama rumah sakit, semata karena statusnya sebagai peserta BPJS Kesehatan seolah ada beban tersendiri yang ia rasakan saat mengandalkan jaminan sosial negara.
Unggahan sederhana itu viral. Alih-alih menuai empati, sejumlah akun yang diduga milik tenaga kesehatan justru melontarkan komentar sarkastis, bahkan merendahkan.
BACA JUGA:Tips Memilih Kosan Nyaman untuk Perantau
Halaman:










