BANGSAONLINE.com - Muhammad Tulus Rusydi atau Tulus dikenal sebagai penyanyi dan penulis lagu dengan karya-karya puitis yang menyentuh hati. Lagu populer seperti Hati-Hati di Jalan, Jatuh Suka, Monokrom, dan Interaksi telah mengukuhkan namanya di industri musik.
Namun, sejumlah lagu lain yang jarang mendapat sorotan justru menyimpan kedalaman emosional yang tak kalah kuat.
Salah satunya Merdu Untukmu, intro dan outro dari album debut Tulus yang sederhana namun harmonis. Lagu ini menjadi prolog perjalanan cinta yang digambarkan lewat gitar akustik.
Lagu Nala menghadirkan kisah karakter yang merasa terasing, menangkap nuansa sepi dan harapan yang hilang. Liriknya memberi ruang aman bagi pendengar yang pernah merasa diabaikan.
Dalam album Monokrom, Ruang Sendiri menekankan pentingnya jeda dan ruang pribadi dalam hubungan. Lirik lugasnya mengingatkan bahwa jarak bukanlah musuh kasih sayang, melainkan bagian dari rindu.
Kisah Sebentar menggambarkan hubungan singkat penuh harapan yang berakhir dengan kekecewaan. Sementara Untuk Matahari dari album Gajah (2014) menjadi pengingat untuk tetap tegar menghadapi penolakan dan ketidaksempurnaan.
Tuan Nona Kesepian dari album perdana Tulus menyoroti ego dan kesepian dua karakter yang memilih menutup diri. Lagu ini menegaskan bahwa manusia tetap membutuhkan kehadiran orang lain.
Pesan berbeda hadir dalam Jangan Cintai Aku Apa Adanya, yang menuntut hubungan lebih adil dengan dorongan untuk berkembang bersama. Lagu ini menantang pandangan cinta pasif dalam budaya patriarki.
Terakhir, Tanggal Merah mengajak pendengar untuk menikmati waktu istirahat sebagai bentuk me time, refleksi, dan pemulihan diri.
Deretan lagu ini menunjukkan bahwa karya Tulus tidak hanya populer, tetapi juga kaya makna dan layak masuk daftar putar harian. (mg2/rom)










