Usai AS Tersingkir dari Piala Dunia, Timnas Iran Sindir Pedas Lewat Media Sosial

Iran memang gagal melaju ke babak gugur Piala Dunia 2026. Kendati demikian, mereka menutup fase grup tanpa sekalipun menelan kekalahan.

Selama turnamen berlangsung, Iran juga menjadi sorotan setelah mengklaim mengalami perlakuan yang tidak adil terkait penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.

Sebanyak 11 delegasi Timnas Iran dilaporkan tidak memperoleh izin masuk ke Amerika Serikat sehingga tim kehilangan sebagian dukungan staf selama turnamen berlangsung.

Selain itu, skuad Iran juga tidak diizinkan menginap di wilayah Amerika Serikat meski seluruh pertandingan fase grup mereka digelar di negara tersebut.

Akibatnya, Timnas Iran memilih bermarkas di Tijuana, Meksiko. Kondisi itu membuat para pemain harus menempuh perjalanan udara selama berjam-jam setiap kali menjalani pertandingan dan segera meninggalkan stadion setelah laga usai.

“Ini adalah Piala Dunia yang penuh bencana; sebuah bencana. Maksud saya, FIFA, mereka harus menyelesaikan setiap masalah di sini tapi sayangnya mereka tidak bisa menyelesaikannya sejak awal," kata Mehdi Taremi, kapten Timnas Iran di sela-sela turnamen dikutip dari Goal.

"Tuan Infantino datang ke ruang ganti kami setelah pertandingan pertama melawan Selandia Baru dan berkata, 'Ini baru permulaan'. Kami tidak punya petugas logistik di sini - mereka tidak punya visa."

"Bagaimana mungkin kita harus selalu melakukan perjalanan dari Tijuana? Kami mencintai orang-orang di Tijuana."

"Kami mencintai Meksiko. Mereka adalah orang-orang yang rendah hati dan kami mencintai mereka, tetapi sebagai pemain profesional di kompetisi profesional, itu tidak benar. Ini tidak adil."

"Pendapat kami adalah, ini tidak adil. Apakah ini adil bagi FIFA? Oke, baik kepada mereka. Tapi itu tidak adil."

"Siapa yang ingin membantu kami? Jika mereka ingin kami tersingkir, maka oke, ayo keluar. Tapi itu tidak adil."

"Kami tidak punya tenaga pemulihan atau logistik untuk membantu kami. Kami selalu mengeluh tentang hal-hal ini tetapi tidak ada yang membantu, tidak ada seorang pun," tegasnya mengkritik FIFA yang dianggap membiarkan represi yang dilakukan tuan rumah Amerika Serikat.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: