BANGSAONLINE.com - Kegagalan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 tidak mengurangi kebanggaan masyarakat Tanjung Verde terhadap tim nasional mereka.
Setibanya di tanah air, The Blue Sharks disambut bak pahlawan setelah mencatat sejarah pada penampilan perdana di ajang Piala Dunia.
Mengutip AP News, kepulangan timnas Tanjung Verde bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan negara tersebut pada Minggu (5/7/2026). Ribuan warga memadati jalanan untuk menyambut para pemain yang baru kembali dari Amerika Serikat.
Perjalanan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 berakhir pada babak 32 besar setelah kalah dramatis 2-3 dari Argentina. Meski tersingkir, penampilan mereka mendapat apresiasi luas dari masyarakat.
Sesaat setelah pesawat mendarat, para pemain mendapat sambutan meriah dari para pendukung yang telah menunggu di bandara. Penjaga gawang Vozinha bahkan membagikan rekaman yang memperlihatkan sejumlah petugas di landasan bandara berlutut sebagai bentuk penghormatan kepada tim.
Suasana haru berlanjut ketika para pemain keluar dari bandara. Mereka melayani permintaan swafoto, tanda tangan, hingga menerima pelukan dari warga yang ingin menyampaikan rasa bangga dan terima kasih.
Dari bandara, rombongan pemain dan staf pelatih diarak menggunakan truk terbuka mengelilingi kota. Ribuan warga memadati sepanjang jalan sambil mengibarkan bendera nasional, menabuh genderang, serta menampilkan tarian tradisional sebagai bentuk perayaan.
Perayaan tersebut semakin bermakna karena berlangsung bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Tanjung Verde.
Pada hari yang sama, tim nasional bola basket putra Tanjung Verde juga memastikan lolos ke putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia FIBA.
Bagi Tanjung Verde, pencapaian di Piala Dunia 2026 menjadi tonggak bersejarah bagi perkembangan olahraga nasional. Meski langkah The Blue Sharks terhenti di fase gugur, keberhasilan menembus babak tersebut pada penampilan perdana sudah menjadi prestasi yang membanggakan bagi seluruh rakyat Tanjung Verde.










