Rumah BUMN SIG Dampingi 580 UMKM, Cetak Transaksi Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja

"UMKM memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi daerah dan pencipta lapangan kerja. Karena itu, SIG terus menghadirkan program pemberdayaan yang adaptif dan berkelanjutan agar UMKM dapat tumbuh lebih kompetitif, memiliki daya saing lebih kuat, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,' ujar Vita, Kamis (25/6/2026).

Hingga 2025, RB Rembang telah menyelenggarakan 203 program pelatihan yang mencakup pengembangan kualitas produk, standardisasi, digitalisasi usaha, penguatan branding, hingga strategi pemasaran. 

Pendampingan dilakukan secara komprehensif untuk membantu UMKM menjawab tantangan pasar sekaligus membuka peluang penetrasi ke pasar yang lebih luas. 

Salah satu pelaku UMKM binaan yang merasakan dampak program tersebut adalah Bella Ayu Paramitha, pemilik Batik Sekar Mulyo asal Rembang.

Berkat pendampingan RB Rembang, usahanya kini berkembang dengan omzet mencapai sekitar Rp 100 juta perbulan serta mampu menyerap puluhan tenaga kerja dan ratusan pekerja lepas dari berbagai desa di Kabupaten Rembang.

SIG menegaskan bahwa Rumah BUMN Rembang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelatihan, tetapi juga menjadi ekosistem bisnis yang mengintegrasikan pembinaan usaha, jejaring kolaborasi, hingga akses pemasaran berbasis digital.

Pendekatan tersebut sejalan dengan komitmen keberlanjutan SIG untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah berbasis potensi lokal.

Dengan berbagai capaian tersebut, RB Rembang kini berkembang menjadi salah satu model pemberdayaan UMKM berbasis kolaborasi antara BUMN dan masyarakat desa. 

Ke depan, SIG akan terus memperluas dampak program melalui pengembangan kapasitas UMKM, peningkatan daya saing produk lokal, serta pembukaan akses pasar nasional hingga global bagi para pelaku usaha binaan. (hud/van)

Halaman:
Tampilkan Semua
TAGS:SIGrumah bumn