“Semua orang pada dasarnya bisa menjadi politisi dalam negara demokrasi. Yang terpenting adalah bagaimana membangun kapasitas kepemimpinan, integritas, serta kepekaan terhadap aspirasi masyarakat,” ujar Ning Lia.
Namun, keponakan mantan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ini memberikan catatan kritis. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar mengejar popularitas instan atau terjebak dalam riak emosional di ruang digital.
“Speak up bukan untuk sensasi, tapi untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Jangan jadi generasi yang baperan, tapi jadilah generasi yang berperan,” tegas Ning Lia.
Lebih lanjut, Ning Lia menekankan bahwa modal sosial terbesar dalam berbangsa adalah kepercayaan publik yang dibangun lewat integritas. Mahasiswa diharapkan mampu memahami formulasi kebijakan publik yang responsif, yang lahir dari kebiasaan mendengar jeritan hati masyarakat di akar rumput.










