Gubernur Khofifah saat mendampingi Sheikh Afeefuddin di Ponpes Genggong, Probolinggo.
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah bersama ulama sufi dunia, Al Sheikh Al Sayid Afeefuddin Al-Jailani, menyapa ribuan santri dan santriwati Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Senin (18/5/2026).
Kehadiran keduanya disambut lantunan shalawat Nabi oleh para santri. Kunjungan ini menjadi momentum penguatan nilai keislaman, pendidikan karakter, serta motivasi bagi generasi muda pesantren untuk terus menuntut ilmu dan menjaga akhlakul karimah.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Bahas Kerja Sama Jatim-Yaman di Grahadi
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan rasa bangga dapat kembali hadir di Ponpes Genggong.
"Sebagai salah satu ponpes tertua di Jawa Timur, Ponpes Genggong bukan sekadar lembaga pendidikan, namun juga tumbuh menjadi benteng pertahanan moral yang sangat kokoh bagi Jawa Timur dan Indonesia," ujarnya.
Ia menegaskan pesantren memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi dengan keseimbangan intelektual, spiritual, dan sosial, sekaligus menanamkan nilai nasionalisme dan religiusitas.
"Bukan sekadar tempat menimba ilmu, pesantren menjelma menjadi salah satu pusat tumbuhnya peradaban sekaligus identitas sebuah bangsa," tuturnya.
Khofifah berpesan kepada santri agar terus semangat belajar, memperdalam ilmu agama, serta menjaga adab dan akhlak.
"Rasulullah SAW bersabda, barangsiapa yang menempuh jalan bersentuhan dengan ilmu maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga Allah SWT. Semangat menempuh pendidikan anak-anakku. Jadilah kebanggaan kedua orang tua, kebanggaan para guru, pondok pesantren dan juga kebanggaan Jatim dan bangsa Indonesia," paparnya.
Sementara itu, Sheikh Afeefuddin dalam tausiyahnya berharap Ponpes Genggong melahirkan generasi ulama, dan pemimpin masa depan yang membawa keberkahan bagi bangsa dan umat. Ia menekankan pentingnya semangat menuntut ilmu dan mengajarkannya kepada sesama.
"Walau nantinya tidak menjadi ulama tersohor dunia, namun kita akan menjadi santri yang cinta kepada Rasulullah SAW dan mendapat cinta dari Allah SWT," tuturnya.
Menurut dia, kesungguhan santri dalam menuntut ilmu adalah bentuk bakti kepada orang tua sekaligus jalan memberi manfaat bagi masyarakat luas. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




