Wisuda program Prodistik siswa MA Islamiyah Senori
TUBAN,BANGSAONLINE.com - Madrasah Aliyah (MA) Islamiyah Senori Tuban, mewisuda 167 siswa yang telah menyelesaikan Program Pendidikan Terapan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Prodistik) hasil kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Program Prodistik ini telah diikuti para siswa selama tiga tahun dengan materi pembelajaran, pelatihan, serta praktik langsung dari tenaga ahli ITS. Meski berada di wilayah pinggiran, MA Islamiyah Senori tetap konsisten mengembangkan kualitas pendidikan berbasis teknologi.
BACA JUGA:
- PT SBI Salurkan 24 Hewan Kurban untuk Warga Tuban pada Iduladha 2026
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
Kerja sama dengan ITS bahkan telah berjalan sekitar 11 tahun, dengan hasil lulusan yang memiliki pemahaman di bidang IT.
“Kami sudah bekerja sama dengan ITS sekitar 11 tahun, dan kerja sama ini anak-anak difokuskan dalam bidang perkantoran dan desain grafis. Jadi ada dua program yang diterima MA Islamiyah Senori dari ITS,” kata Kepala MA Islamiyah Senori, Musta’in, Minggu (3/5/2026).
Ia menegaskan, lulusan MA Islamiyah tidak hanya dibekali kemampuan teknologi, tetapi juga tetap mengedepankan nilai-nilai keagamaan dalam proses pendidikan.
“Harapan kami, anak-anak meskipun sekolah di madrasah tetap memiliki kemampuan teknologi. Istilahnya pintar ngaji, jago IT, dan juga berprestasi,” ujarnya.

(Musta'in,Kepala MA Islamiyah Senori)
Menurut Musta’in, untuk dapat mengikuti program Prodistik, madrasah harus melalui proses seleksi yang ketat.
Persyaratan tersebut meliputi akreditasi A, pengajuan proposal kerja sama, hingga verifikasi sarana dan prasarana teknologi oleh pihak ITS.
“Setelah dinyatakan layak, para siswa-siswi langsung mendapatkan pembinaan langsung dari ITS,” jlentrehnya.
Selama mengikuti program, siswa memperoleh pembelajaran terstruktur dengan bimbingan tutor yang terhubung langsung dengan ITS, dengan pertemuan rutin setiap pekan.
Meski keterbatasan laboratorium menjadi tantangan, proses pembelajaran tetap berjalan efektif dengan sistem bergiliran.
“Karena sudah punya bekal keahlian, jadi banyak siswa kami yang masuk PTN melalui jalur prestasi atau undangan dari kampus negeri,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Sunnatunnur, dr. H. Zainurofiq, menyampaikan bahwa MA Islamiyah Senori berkomitmen memberikan pendidikan berkualitas dengan biaya terjangkau.
Ia menyebut, madrasah ini menjadi salah satu sekolah swasta di Tuban dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri.
Tahun ini, sebanyak 37 siswa diterima di berbagai PTN, di antaranya Universitas Sebelas Maret, UPN Veteran Jawa Timur, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Walisongo Semarang, hingga Universitas Trunojoyo Madura.
“Alhamdulillah lulusan Prodistik juga mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui. Sehingga, memiliki bekal kuat untuk melanjutkan pendidikan maupun terjun ke dunia kerja,” tuturnya.
Ke depan, pihak yayasan menargetkan perluasan kerja sama hingga ke perguruan tinggi luar negeri guna meningkatkan kualitas pendidikan berbasis teknologi dan pesantren.
Selain kemampuan akademik, pembentukan karakter dan akhlak tetap menjadi prioritas utama.
“Pastinya lulusan kami juga harus mampu menjaga ukhuwah Islamiyah dan nama baik almamater,” pungkas Rofik. (wan/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




