SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dengan menghadirkan mantan Wali Kota Surabaya sekaligus mantan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, sebagai pemateri utama di Gedung Olah Raga (GOR) Pertamina ITS, Senin (3/8/2026).
Dalam kegiatan yang bertajuk "Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara" tersebut, Risma mengajak mahasiswa baru ITS menjadi generasi yang tangguh dan mampu menjawab persoalan bangsa.
“Saya ingin menegaskan pentingnya mental pejuang, integritas, dan kolaborasi untuk menghadapi tantangan global,” tekan Risma.
Menurutnya, perjuangan tersebut dapat dimulai melalui pemanfaatan kesempatan belajar dengan penuh rasa tanggung jawab. Risma menilai bahwa menempuh pendidikan di ITS merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui karya dan pengabdian yang berarti untuk masyarakat.
“Kesempatan ini harus dibalas dengan kerja keras dan karya nyata, seperti yang selama ini telah ITS berikan melalui inovasi dosen dan mahasiswanya,” tutur alumnus Arsitektur ITS tersebut.
Pemimpin perempuan pertama di Kota Surabaya itu turut membagikan pengalamannya dalam membangun kota melalui berbagai inovasi. Ia menyampaikan bahwa seluruh langkah perubahan yang diambilnya tidak hanya lahir dari kerja keras, namun juga keberanian mengambil risiko serta semangat pantang menyerah.
Ia juga menyebut bahwa keterlibatan para ahli serta inovator ITS menjadi penyokong keberhasilan setiap programnya.
“Sebab, negara ini harus percaya pada kemampuan sumber dayanya, dan tidak bergantung pada pihak lain,” tegas Risma.
Semangat tersebut selaras dengan pesan yang disampaikan oleh Rektor ITS, Bambang Pramujati, saat membuka PKKMB Tahun Akademik 2026/2027. Menurutnya, tahapan baru ini menjadi langkah awal ITS dalam membentuk generasi unggul yang siap berkarya bagi Indonesia.
Bambang menyampaikan bahwa ITS tidak hanya membentuk lulusan yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Kampus Pahlawan ini juga terus berupaya menanamkan integritas, kepedulian sosial, dan keberanian menghadirkan solusi bagi masyarakat.
“ITS mencetak lulusan yang cerdas sekaligus peduli terhadap persoalan bangsa, selaras dengan visi institusi sebagai kampus yang berdampak,” tuturnya bangga.
Lebih jauh, Bambang menjelaskan bahwa tantangan masa depan membutuhkan lulusan yang adaptif dan berdaya saing global. Kemampuan teknis saja tidak lagi cukup menghadapi perubahan yang semakin cepat. Mahasiswa juga harus memiliki empati, kreativitas, dan keberanian mengambil keputusan.
Melalui serangkaian kegiatan ITS Camp dalam PKKMB ini, mahasiswa baru diperkenalkan pada budaya akademik, nilai luhur institusi, dan kehidupan kampus. Mahasiswa didorong untuk membangun jejaring, aktif berorganisasi, serta mengembangkan potensi di berbagai bidang. (msn)










