ITS Terjunkan Satgas Gempa di NTT, Pantau Infrastruktur Pascagempa

Ringkasan Berita
  • ITS mengerahkan Satgas Bencana untuk mengevaluasi kerusakan gempa di NTT, dengan fokus utama pada kondisi infrastruktur pelabuhan Maumere yang masih kokoh dan kritis untuk distribusi bantuan.
  • Kerusakan signifikan terjadi di gedung terminal pelabuhan dan akses ke wilayah Nagekeo, meskipun tidak ada kerusakan tambahan akibat gempa susulan hingga Jumat pagi.
  • Tim menyusun strategi perbaikan bertahap dan memperkuat koordinasi dengan pihak terkait seperti PT Pelindo serta Dinas PU untuk pemulihan terukur.
  • Upaya pemulihan infrastruktur didorong untuk mempercepat pemulihan ekonomi lokal, dengan inspeksi bawah air untuk memastikan pondasi dermaga aman.
  • Satgas ITS akan menetap di lokasi selama seminggu untuk menyelesaikan pengecekan dermaga setelah penyaluran bantuan langsung kepada warga terdampak.

BANGSAONLINE.com – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerjunkan tim relawan termasuk tim Satuan Tugas (Satgas) Bencana sebagai respons cepat dalam membantu bencana gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua Tim Satgas Bencana, Mudji Irmawan menjelaskan, berdasarkan tinjauan lapangan, dampak gempa bumi di Maumere, NTT tergolong signifikan. Beberapa objek vital turut terdampak, terutama pada gedung terminal penumpang di pelabuhan yang mengalami kerusakan struktural akibat guncangan hebat.

Meski demikian, ia menyampaikan bahwa fasilitas dermaga di Pelabuhan Lorens Say, Maumere dilaporkan masih cukup kokoh. Pelabuhan sebagai gerbang penerimaan bantuan sejauh ini masih mampu disandari oleh kapal-kapal besar.

“Stabilitas dermaga ini menjadi poin krusial, karena pelabuhan saat ini berfungsi sebagai jalur utama pengiriman logistik bantuan sembako,” tutur ahli forensik teknik dan investigasi kerusakan struktur bangunan tersebut, Kamis (20/8/2026).

Dalam hal konektivitas wilayah, tim Satgas Bencana ITS juga memantau kondisi infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi akses vital bagi distribusi bantuan. Dosen Departemen Teknik Sipil itu menyampaikan bahwa timnya masih menghadapi kendala akses ke wilayah Nagekeo yang dilaporkan mengalami kerusakan paling parah.

Hingga Jumat (21/8/2026) pagi, diinformasikan masih terjadi gempa susulan. Namun, Wakil Direktur PT ITS Tekno Sains itu memastikan bahwa tidak ditemukan adanya kerusakan tambahan pada struktur bangunan di Maumere.

Kondisi ini menuntut tim ITS untuk tetap waspada sekaligus fokus pada upaya pemulihan infrastruktur yang mendesak.

“Hal itu kami upayakan guna menjamin kelancaran distribusi bantuan ke wilayah-wilayah yang lebih terisolasi dan terdampak,” jelasnya.

Menurut Mudji, fokus utama saat ini adalah memastikan dermaga tetap dalam kondisi layak fungsi untuk melayani kapal-kapal pengangkut bantuan logistik. Selain itu, tim juga terus melakukan rapat koordinasi dan selalu memastikan kesiapan data teknis mengenai kondisi infrastruktur yang ada di pelabuhan sebagai pintu masuk utama logistik.

Tim satgas tersebut telah menyusun strategi perbaikan pada wilayah terdampak. Mudji menuturkan bahwa tim telah melakukan pendekatan bertahap yang mencakup perencanaan perbaikan jangka pendek hingga jangka panjang.

“Akselerasi pemulihan fasilitas umum menjadi penting, karena diharapkan menjadi salah satu cara dalam pemulihan ekonomi lokal,” terangnya.

Lebih lanjut, kerja sama strategis juga terus diperkuat bersama PT Pelindo untuk melakukan asesmen lebih mendalam terhadap fasilitas pelabuhan. Mudji menekankan bahwa sinergi ini sangat penting untuk memastikan operasional pelabuhan tetap berjalan optimal di tengah situasi darurat bencana.

Mudji menyampaikan bahwa tim ITS yang dipimpinnya ini berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, baik dengan Dinaa Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya maupun PU Bina Marga Provinsi NTT. Hal tersebut guna memastikan setiap langkah pemulihan dilakukan secara terukur dan efektif bagi masyarakat yang terdampak.

Tim Satgas Bencana ITS diperkirakan akan menetap di lokasi bencana selama satu minggu ke depan untuk menuntaskan pengecekan kondisi dermaga. Hal ini setelah dilakukan aksi penggalangan dana dan penyaluran bantuan kepada warga terdampak secara langsung.

Dalam hal ini, Mudji telah mengerahkan tim untuk melakukan inspeksi bawah air guna memastikan tidak ada kerusakan pada pondasi dermaga. Ia menyatakan bahwa seluruh upaya ini didedikasikan untuk membantu masyarakat agar dapat segera beraktivitas kembali dan mencapai kehidupan normal seperti sebelumnya. (msn)