Ringkasan Berita
- Tim Spektronics ITS memenangkan kompetisi ICHEDECE 2026 dengan mobil Spektronics 31 yang mengusung baterai ramah lingkungan rechargeable zinc manganese, dikembangkan dari baterai bekas AA/AAA untuk kurangi limbah berbahaya.
- Inovasi utama meliputi baterai yang dapat diisi ulang dan sistem single action untuk menjaga konsistensi gerak serta mengurangi kesalahan manusia saat motor dan stopping bekerja serempak.
- Mobil dilengkapi lapisan aluminium untuk meminimalkan pengaruh suhu lingkungan dengan memperkecil perpindahan panas, menjaga suhu sistem tetap stabil selama mobilisasi dan balapan.
- Tim menghadapi tantangan suhu dan angin serta persaingan sengit di kompetisi, namun berhasil unggul berkat strategi yang telah dipersiapkan dengan matang.
- Riset baterai telah dilakukan sejak 2025, menghasilkan formulasi tepat yang mampu menggerakkan mobil secara konsisten dan dapat digunakan berulang kali, setelah melewati fase awal pengembangan di mana baterai masih terlalu lemah.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tim Spektronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meraih gelar Winner pada ajang Indonesian Chemical Reaction Car Development Challenge (ICHEDECE) Ecoday 2026 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Sabtu (3/10/2026) lalu.
Salah satu anggota Tim Spektronics, Audrey Geraldine Tridesta Pane, menjelaskan bahwa mobil Spektronics 31 yang dibawa timnya mengusung inovasi rechargeable zinc manganese battery. Teknologi yang dikembangkan dari baterai bekas tipe AA dan AAA ini memiliki keunggulan penggunaan kembali lewat kemampuan rechargeable.
“Inovasi ini membantu mengurangi limbah baterai yang berbahaya bagi lingkungan,” jelasnya, Senin (5/10/2026).
Ia menjelaskan, riset baterai tersebut telah dilakukan Tim Spektronics sejak 2025. Melalui upayanya, tim tersebut berhasil mendapatkan formulasi yang tepat, sehingga mampu menggerakan mobil dengan konsisten dan dapat digunakan secara berulang.
“Pada awal masa pengembangan, baterai masih terlalu lemah dan tidak mampu menggerakkan mobil,” akunya.
Lebih jauh, Audrey membeberkan bahwa mobil Spektronics 31 turut dilengkapi single action system untuk menjaga konsistensi dan mengurangi kesalahan manusia. Lewat fitur ini, mobil memiliki kemampuan yang memungkinkan sistem motor dan stopping di dalamnya dapat menyala secara bersamaan.
Tidak berhenti di situ, mobil Spektronics 31 juga hadir dengan membawa kemampuan meminimalkan faktor suhu. Kemampuan ini diperoleh dari lapisan aluminium di dalam mobil yang dapat memperkecil perpindahan panas dari lingkungan luar ke dalam sistem.
“Dengan fitur ini, suhu mobil tetap dapat terjaga saat mobilisasi dan balapan,” katanya.
Audrey mengaku, dalam kompetisi ICHEDECE 2026 yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Kimia UNS kali ini kondisi suhu lingkungan dan angin menjadi faktor krusial yang perlu diperhatikan. Selain itu, ia juga menilai bahwa persaingan antartim berjalan cukup sengit.
“Meski begitu, berkat strategi yang sudah dipersiapkan dengan matang, Tim Spektronics ITS tetap unggul melawan tim lain,” pungkasnya. (msn)










