Sekolah Rakyat Terintegrasi Tuban Resmi Beroperasi, 256 Siswa Ikuti MPLS dengan Fasilitas Gratis

TUBAN,BANGSAONLINE.com - Gedung baru Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban mulai difungsikan dengan menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang diikuti 256 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA.

Sebanyak 256 siswa mengikuti MPLS di SR Terintegrasi 1 Tuban. Jumlah tersebut terdiri atas siswa asal Tuban dari jenjang SD, SMP, dan SMA, serta 60 siswa SMA asal Kabupaten Bojonegoro yang akan menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

SR Terintegrasi 1 Tuban dilengkapi berbagai fasilitas yang dapat digunakan secara gratis, mulai dari gedung sekolah untuk jenjang SD hingga SMA, asrama, kantin, laboratorium komputer, perpustakaan, hingga lapangan olahraga.

Kepala SR Terintegrasi 1 Tuban, Vera Khairun Nissa mengatakan fasilitas yang tersedia memiliki kualitas baik dan dirancang ramah bagi anak.

"Semoga fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk memotivasi siswa agar lebih berprestasi," ujar Vera, Kamis (06/08/2026).

Vera menjelaskan peserta MPLS terdiri atas 196 siswa asal Tuban, yakni 16 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Sementara itu, 60 siswa SMA asal Bojonegoro akan bergabung selama satu tahun ke depan.

MPLS dijadwalkan berlangsung hingga 25 Agustus 2026. Setelah kegiatan tersebut selesai, para siswa akan mengikuti program matrikulasi sebelum kegiatan belajar mengajar reguler dimulai pada 31 Agustus 2026.

Untuk memudahkan siswa beradaptasi dengan sistem pendidikan berasrama, pelaksanaan MPLS dibagi ke dalam empat fase, yaitu adaptasi lingkungan, pembentukan karakter dan kedisiplinan, pengenalan akademik, serta pengembangan potensi dan kreativitas.

Sebelum MPLS dimulai, para siswa telah mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 yang difasilitasi Dinas Kesehatan bersama seluruh Puskesmas di Kabupaten Tuban.

Pada fase penguatan karakter, siswa mendapatkan materi bela negara, kemandirian, kedisiplinan, serta wawasan kebangsaan yang diberikan bersama TNI dan Taruna-Taruni Akademi Kepolisian.

Sementara pada fase akademik, siswa memperoleh pembekalan mengenai literasi, numerasi, literasi digital, pencegahan perundungan, bahaya narkoba, judi daring, serta perlindungan anak.

Rangkaian MPLS akan ditutup melalui kegiatan bertajuk "Gerbang Cahaya Masa Depan" yang menampilkan kreativitas para siswa.

Sofia, siswi baru SMA SR Tuban lulusan SMPN 2 Merakurak, mengaku nyaman dengan fasilitas yang disediakan sekolah.

"Di Sekolah Rakyat fasilitasnya lengkap dan sangat bagus. Kami dari keluarga kurang mampu sangat terbantu dengan program ini," ucapnya.

Ayah Sofia, M. Rofinha, berharap putrinya dapat menempuh pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.

"Saya SD saja tidak lulus. Kalau tidak ada Sekolah Rakyat, mungkin anak saya sudah putus sekolah dan tidak bisa lanjut SMA," ujarnya.

Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky mengapresiasi Presiden Prabowo atas kehadiran program Sekolah Rakyat di Kabupaten Tuban.

Menurutnya, Presiden juga mengarahkan agar Sekolah Rakyat menjalin kolaborasi dengan Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol) untuk membantu siswa beradaptasi, khususnya dalam kehidupan di asrama.

"Ada instruksi Bapak Presiden untuk berkolaborasi dengan Akmil dan Akpol dalam penyesuaian diri adik-adik, khususnya tata cara di asrama," ungkap Lindra.

Bupati menegaskan seluruh kebutuhan siswa selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat ditanggung oleh negara.

"Mulai dari pakaian, konsumsi 3 kali sehari, sampai snack. Bapak Presiden tidak hanya meningkatkan pendidikan, tetapi juga memperbaiki gizi," tegasnya. (coi/van)