Dengan semangat kebersamaan, rombongan peserta menyusuri jalanan Kota Kediri menuju makam para ulama.
Di setiap lokasi ziarah, mereka tidak hanya berdoa, tetapi juga mengenang keteladanan dan perjuangan para tokoh agama.
Sebelum memberangkatkan peserta, Wali Kota Kediri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk inovasi dalam memperingati Hari Santri Nasional.
“Biasanya touring itu ke tempat wisata, tapi kali ini berbeda. Ada nilai spiritual di dalamnya. Ini bukan hanya perjalanan dengan sepeda motor, melainkan perjalanan hati untuk mengenang jasa para tokoh agama dan menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT,” ujarnya.
Vinanda menambahkan, Touring Religi juga menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antarpecinta otomotif di Kota Kediri.
Ia menilai kegiatan touring yang biasanya identik dengan kecepatan dan adrenalin, kali ini dimaknai lebih dalam.
“Melalui Touring Religi, para peserta diajak untuk belajar kebersamaan, kepedulian, serta menikmati perjalanan dengan penuh makna,” tuturnya.
Setelah berkeliling mengunjungi sejumlah makam, kegiatan Touring Religi berakhir di Omah Sawah Burengan, Kecamatan Pesantren.
Di lokasi tersebut, panitia menggelar pengundian kupon berhadiah yang disambut antusias oleh para peserta. Beragam hadiah menarik disediakan, mulai dari sepeda, kompor, hingga kipas angin.
Acara kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Mancing Bareng di Kolam Pancing Omah Sawah, yang menjadi penutup sekaligus ajang mempererat keakraban.
Sebanyak dua ton ikan lele disiapkan untuk dipancing oleh masyarakat. Antusiasme warga terlihat sejak pagi, ketika area kolam sudah dipadati peserta yang ingin ikut meramaikan kegiatan ini.(uji/van)










