“Jumlah ini mengalami penurunan dibanding tahun 2024 yang mencapai 256 kasus. Dan tahun 2024 menjadi puncak tertinggi karena musim penghujan berlangsung cukup panjang dan merata di berbagai wilayah,” jelas dr. Fajri.
Menurutnya, Dinas Kesehatan telah melakukan sejumlah langkah preventif, di antaranya memperkuat sinergi lintas sektor serta melibatkan masyarakat dalam kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara berkelanjutan dan terpadu.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menekan populasi nyamuk Aedes aegypti, memutus siklus hidupnya, serta mencegah penyebaran virus dengue.
“Kelurahan-kelurahan sudah aktif melaksanakan kegiatan PSN, salah satunya melalui kerja bakti bersama warga setiap hari Minggu. Selain itu, kami juga terus menggalakkan Gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” ujarnya.










