Menurut Mukhlas, Cak Imin sadar bahwa dirinya lemah dalam dua hal itu. Yaitu tak mengusai baca kitab dan tak dekat dengan Presiden Prabowo Subiaonto, meski kini menjabat Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Indonesia.
“Oleh karena itu jauh-jauh hari dia membuat manuver sebagai bagian dari cara untuk menyingkirkan lawan (Nusron) yang dianggap memiliki kedekatan dengan Prabowo dan dapat berargumentasi dengan berdalil sebagaimana layaknya ketua umum PBNU selama ini,” kata alumnus Universitas Malaya Malaysia itu.
Menurut Mukhlas, ini terlihat sekali dalam petikan pidato Cak Imin saat memberikan sambutan dalam acara IKA PMII.
“Itu bagain dari upaya Cak Imin untuk mempersiapkan diri sedini mungkin menghadapi Muktamar NU. Yaitu dengan cara mendelegitimasi pihak pihak yang dianggap sebagai pesaing, diantaranya adalah Nusron Wahid,” tutur Mukhlas Syarkun.










