Pembangunan pelimpah luapan air atau spillway di Sungai Tanggul, Jember.
MADINAH, BANGSAONLINE.com - Pemprov Jatim melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air memulai pembangunan infrastruktur pengendalian banjir berupa bangunan pelimpah luapan air atau spillway di Sungai Tanggul, Jember.
Pembangunan tersebut merupakan proyek strategis yang berada di Desa Paseban, Kecamatan Kencong, untuk mengatur aliran Sungai Tanggul yang terbagi menjadi 2 aliran, yaitu ke alur lama dan shortcut ke muara baru yang berdampak akan terjaminnya ketersediaan air bagi lahan pertanian seluas kurang lebih 1.000 hektare, serta untuk mencegah intrusi air laut ke wilayah areal pertanian di bagian hilir.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Bahas Kerja Sama Jatim-Yaman di Grahadi
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
"Proyek pembangunan pelimpah sungai tanggul ini menjadi respons kami atas kondisi kritis yang ditimbulkan oleh perubahan alur Sungai Tanggul tersebut pasca banjir 2019 kemarin,” kata Gubernur Khofifah, Rabu (11/6/2025).
Pasalnya, banjir menyebabkan perubahan alur sungai yang memunculkan muara baru yang langsung menuju laut selatan. Kondisi itu mengakibatkan para petani mengalami defisit air, sehingga secara swadaya sampai dengan ini menggunakan sumur pompa untuk menanami lahan pertaniannya.
"Alhamdulillah, dengan bangunan pelimpah ini sawah yang sudah tidak teraliri selama enam tahun terakhir diharapkan bisa kembali dialiri," ucap Khofifah.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




