Tak kalah penting, anggaran sebesar Rp864 juta disiapkan untuk pengadaan obat-obatan guna menjamin ketersediaan stok di berbagai fasilitas kesehatan, khususnya Puskesmas dan Pustu.
“Saat ini, kegiatan PBID sudah mulai berjalan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Sedangkan dua kegiatan lainnya masih dalam tahap perencanaan dan segera direalisasikan,” kata Muhdianto.
Ia menegaskan, pemanfaatan dana DBHCHT ini sepenuhnya diarahkan untuk kegiatan yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan pelayanan kesehatan.
“Kami pastikan seluruh anggaran ini digunakan untuk kegiatan substantif, bukan untuk kegiatan administratif,” ucapnya.










