Sehingga mulai bayi, remaja, dewasa maupun lansia sudah bisa diimplementasikan di Pondok Pesantren ini.
Program Dinkes Jatim yang Sudah Diterapkan
Prof Erwin menjelaskan, banyak program dari Dinas Kesehatan yang sudah dikerjakan secara lengkap, khususnya terkait dengan upaya PHBS (Pola Hidup, Bersih, dan Sehat). Salah satunya yaitu nutrisi.
Menurut dia, bahwa nutrisi ini menjadi investasi terbaik untuk generasi muda. Susah untuk membedakan antara nutrisi sehat dengan enak.
“Sudah disampaikan pimpinan di Ponpes Wali Barokah, nutrisi yang ada di sini pertama adalah sehat. Di situ ada nasi, ada protein, ada buah, yang bisa membuat generasi muda ini paham bahwa makanan sehat menjadi makanan terbaik yang nanti bisa dibawa bekal kalau misalkan sudah lulus dari Pondok,” tuturnya.
Terakhir, Prof. Erwin menyampaikan terima kasih sekali atas sambutan hangat Ponpes Wali Barokah. “Semoga menginspirasi bagi 4.600 pondok yang ada di Jawa Timur, untuk membangun sistem kesehatan internal yang nanti bisa dikolaborasikan dengan sistem kesehatan yang ada di Puskesmas, Dinas Kesehatan Kota, Kabupaten, maupun yang ada di Provinsi,”urai Prof. Erwin.
Prof. Erwin mengaku senang bisa mengimplementasi Inisiatif, Kolaborasi, dan Inovatif Pondok Pesantren Sehat (IKI Pesat), dan Santri Jawa Timur Sehat dan Berkah (SAJADAH).
Semoga program tersebut bermanfaat dan mendatangkan barokah bagi Ponpes Wali Barokah khususnya, dan secara umum pondok pesantren di Jawa Timur.
Respons Ponpes Wali Barokah
Ketua Ponpes Wali Barokah KH Sunarto, menjelaskan bahwa Ponpes Wali Barokah sangat mengapresiasi kunjungan orang nomor satu di Dinas Kesehatan Provinsi Jatim tersebut.
"Kami meyakini bahwa Bapak Kepala Dinas Kesehatan telah mendapatkan informasi dari staf tentang berbagai upaya yang dilakukan oleh Ponpes Wali Barokah dalam upaya mewujudkan PHBS" ujarnya.
Kyai Sunarto berharap dengan kunjungan tersebut akan mendapatkan input untuk perbaikan manajemen pondok khususnya yang berkaitan dengan bidang kesehatan. (uji/van)










