Wali Kota Kediri saat foto bersama usai memberi arahan. Foto: Ist
Ia juga mengimbau saat Takbiran agar tidak melakukan takbir keliling menggunakan sound besar atau konvoi. Sebab ini berpotensi menambah kemacetan. Pelaksanaan takbir keliling harus memperhatikan ketertiban dan ketentraman umum. Tak kalah penting, mohon bantuan untuk mengimbau perusahaan transportasi agar mengutamakan keselamatan di jalan.
"Jangan ugal-ugalan dan membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Bagaimana pun keluarga tercinta menunggu kehadiran kita di rumah," tuturnya.
Dandim 0809/Kediri, Letkol Inf Ragil Jaka Utama, mengungkapkan tujuan dari kegiatan ini adalah melindungi dan menjaga keselamatan masyarakat. Ada beberapa ancaman dan kerawanan yang harus diperhatikan menjelang Hari Raya Idulfitri ini.
Hal yang harus dilakukan, lanjut Dandim, adalah melaksanakan deteksi dini dan cegah dini, OPM untuk mengatasi kelangkaan, imbauan kepada perusahaan agar memberikan hak pada buruh sehingga tidak menimbulkan konflik, mewujudkan Kota Kediri bersih narkoba, lalu mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang memicu potensi konflik, dan antisipasi kerawanan bencana.
"Dengan persiapan yang baik saya yakin Kota Kediri aman dalam pelaksanaan mudik di Hari Raya Idul Fitri. Kita semua di sini harus kompak dan bersinergi demi terciptanya keamanan dan ketertiban di Kota Kediri," ujarnya.
Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji menambahkan Operasi Ketupat Semeru ini dilakukan selama 17 hari. Mulai tanggal 23 Maret hingga 8 April 2025. Dalam Operasi Ketupat Semeru ini melibatkan 385 personel gabungan terdiri dari TNI, Polri, Pemkot Kediri, stakeholder terkait. Sarana dan Prasarana juga telah disiapkan. Akan ada 6 pos yang terdiri dari 4 Pos Pam, 1 Pos Yan, dan 1 Pos Terpadu.
"Selain perpindahan orang dan transportasi yang perlu diperhatikan juga adalah mengamankan tempat liburan dan pusat perbelanjaan. Kunci keberhasilan dari Operasi Ketupat Semeru ini adalah koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi," pungkasnya. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




