Tafsir Al-Anbiya' 87-88: "Rahmah Minna" dan "Rahmah Min Indina"

Tafsir Al-Anbiya Dr. KH. A. Musta'in Syafi'i.

Dua tesis yang dipakai Al-Qur’an saat membahasakan rahmat Tuhan yang dilimpahkan kepada hamba-Nya yang dipilih. “Rahmah minna” dan “Rahmah min 'indina”. Rahmah minna, itu rahmah, kasih sayang, anugerah yang umum diberikan kepada hamba secara umum.

Rahmah minna itu memang rahmat yang istimewa, tetapi masih dalam kategori standar-standar saja. kata “Min”, dari, “Minna”, dari-KU, dari KAMI, bentuk informasi yang tidak punya keterangan khusus. Pokoknya, rahmat itu dari “Aku”, entah langsung atau tidak, entah dalam waktu dekat atau tidak, dari jauh atau dari dekat.

Sedangkan, “min 'indina”. Kata “‘inda” adalah bentuk dharaf makan, keterangan tempat. Yakni “dari pangkuan-KU, dari sisi-KU” yang menunjukkan kedekatan dan langsung. Tidak ada media dan tidak pakai lama. Tuhan sendiri yang hadir memberikan.

Dengan demikian, secara isyarat terbacalah makna: bahwa “min ‘indina” lebih spesial ketimbang “min inna”. Allah a’lam.

Apa yang dianugerahkan kepada A.S. di atas sungguh spektakuler dan sangat istimewa. Bagaiman mana mungkin beliau telah diemplok di mulut ikan, lalu, lalu, dan seterusnya hingga keluarganya kembali hidup dan terhormat di masyarakat.

Maka pantas pakai redaksi, “rahmah min ‘indina”.

Tidak hanya itu, bila kita berpasrah diri kepada-Nya, juga ada kalimat pamungkas, “wa dzikra li- al’abidin”. Sebagai pelajaran bagi hamba Tuhan yang penuh dedikasi.

Abid, artinya pengabdi, penyembah. Bahwa, kisah nabi Yunus A.S. di atas sungguh menginspirasi dan menjadi referensi bagi siapa saja yang penuh pengabdian kepada-Nya. mereka pasti ditolong dan dirahmati melebihi apa yang diminati.

wa atainah ahlahu wa mitslahum ma’ahum”.      

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO