Polemik Kecurangan Jatah Pupuk Subsidi Petani Desa Mander Tuban Berbuah Mediasi, Ini Hasilnya

Polemik Kecurangan Jatah Pupuk Subsidi Petani Desa Mander Tuban Berbuah Mediasi, Ini Hasilnya Suasana mediasi antara petani, kios, dan distributor, terkait permasalahan pupuk subsidi di Desa Mander, Kecamatan Tambakboyo. Foto: Achmad Choirudin/BANGSAONLINE

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Polemik jatah di , Kecamatan Tambakboyo, yang berbuntut laporan polisi oleh petani bernama Kurnen (57), terhadap kios Budi Asih berbuah mediasi.

Distributor menggelar mediasi di Balai yang dihadiri Forkompimcam, PPL, dan perwakilan petani desa setempat, Selasa (18/02/2025) siang.

Pada kesempatan tersebut, sejumlah petani menyampaikan keluhannya soal alokasi jatah dan harga pupuk kepada perwakilan distributor secara langsung.

Salah satunya, meminta agar kios terbuka terkait data alokasi yang diterima petani.

"Saya minta kejelasan informasi data terkait jatah . Termasuk stok yang tidak diserap petani ini arahnya ke mana," ucap salah seorang petani yang hadir.

Petani itu juga meminta agar kios menempelkan data alokasi pupuk setiap petani di kios setempat. Sehingga semua petani mengetahui jatahnya masing-masing.

Petani lain juga menyinggung soal harga yang ditebus di atas HET (Harga Eceran Tertinggi). Sebab, petani rata-rata membeli satu sak seharga Rp150.000 di kios pupuk .

Menanggapi hal tersebut, perwakilan distributor pupuk, Andri, menyebut akan memberi sanksi berupa peringatan tegas kepada Kios Budi Asih .

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO