"Jadi, ada lebih dari 23 cabang Ikapete dan 2 PW (pengurus wilayah) di Jawa-Sumatra yang menjadi jaringan majelis rutinan (istighotsah) yang dilaunching tadi. Karena ini sifatnya rutinan, maka yang hadir seputar Jawa dan Sumatra saja. Tapi tadi ada juga dari Batam," lanjutnya.
Gus Fahmi menjelaskan bahwa Majelis Istighotsah Ikapete merupakan bagian dari kegiatan rutin setiap cabang Ikapete yang ada di Indonesia.
Sedangkan istighotsah yang dipakai adalah istigasah Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari (Mbah Hasyim). Kemudian, Kitab At-Tibyan yang dibaca saat istighotsah merupakan salah satu karya dari KH Hasyim Asy'ari.
"Jadi, memang alumni-alumni Pesantren Tebuireng ini kita ajak untuk melestarikan tinggalan-tinggalan Hadratussyaikh (KH Hasyim Asy'ari) berupa istighotsah dan kitab. Kitabnya kan banyak, tapi yang kita pilih di awal ini At-Tibyan. Nanti, kalau sudah khatam baru kita ganti kitab yang lain karangan Hadratussyaikh juga," jelas Pengasuh Pondok Pesantren Putri Tebuireng Jombang ini.










