Plt Wali Kota Pasuruan saat menghadiri diskusi terkait pemanfaatan QRIS.
Meski capaian elektronifikasi di Kota Pasuruan terbilang tinggi, terdapat beberapa kendala yang dihadapi. Pembayaran pajak menggunakan perangkat EDC (Electronic Data Capture) dan UE Reader hingga kini belum terealisasi.
Sedangkan untuk retribusi telah digunakan pada retribusi pada sektor pelayanan kesehatan dan pelayanan pasar Karangketug. Selain itu, kanal pembayaran digital melalui QRIS belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat karena adanya batas minimum transaksi.
Kendala ini menjadi perhatian pemerintah untuk mencari solusi yang dapat mempermudah akses masyarakat terhadap pembayaran digital.
"Perlu kita sosialisasikan terhadap masyarakat terkait penggunaan QRIS ini," kata Adi
Dengan capaian Indeks ETPD yang tinggi, Pemkot Pasuruan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan digital bagi masyarakat, salah satunya dengan memperluas cakupan kanal pembayaran digital, dan mendorong edukasi kepada masyarakat tentang manfaat dan kemudahan transaksi digital.
Melalui langkah-langkah strategis itu, Kota Pasuruan optimis dapat mempertahankan predikat sebagai Pemda Digital sekaligus meningkatkan efisiensi pelayanan publik berbasis teknologi. (par/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




