Suasana debat Pilkada Kota Malang.
KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Calon Wali Kota Malang nomor urut 2, Heri Cahyono, menyoroti bangunan Islamic Center peninggalan era Abah Anton saat menjadi wali kota yang tak memiliki fungsi maksimal alias mangkrak.
Hal itu disampaikan Heri Cahyono dalam sesi debat pasangan calon (Paslon) Pilkada Kota Malang 2024 di Hotel Mercure Malang Mirama, Sabtu (26/10/2024) malam.
BACA JUGA:
- Ulang Tahun ke-65, Abah Anton Bawa Pesan Persatuan untuk Golkar
- Dugaan Jual Beli Proyek di Pemkab Mengalir ke Pilwali Malang, LIRA Siap Lapor ke APH
- Paslon Wali Kota dan Wawali Malang Terpilih Diminta Sabar Tunggu Proses Hukum di MK Selesai
- Jelang Putusan MK soal Pilkada 2024, Aliansi Rakyat Kota Malang Pro-Demokrasi Gelar Aksi Damai
"Anggaran pembangunan Islamic Center itu mencapai Rp400 miliar kalau tidak salah. Tapi fungsinya saat ini menjadi bangunan mangkrak," ucap Heri Cahyono.
Menanggapi hal itu, Calon Wali Kota Malang nomor urut 3, H. M. Anton, menyampaikan catatan prestasi yang telah dilakukannya selama menjabat wali kota pada 2013 - 2018. Antara lain, kampung tematik yang mengukir prestasi sampai tingkat internasional.
"Kampung tematik tidak hanya berprestasi tingkat nasional, tapi juga sampai kancah internasional," ungkap pria yang karib disapa Abah Anton tersebut.
Karena keterbatasan waktu, Anton tidak sampai menjawab pertanyaan terkait Islamic Center. Tapi di sesi lain, calon wali kota yang diusung PKB, PAN, dan Partai Demokrat Kota Malang itu menyampaikan jika pembangunan Islamic Center tidak dilakukan saat dirinya menjabat wali Kota.
"Pembangunan Islamic Center bukan dilakukan pada saat saya memimpin Kota Malang," terangnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




