Ilustrasi
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Netralitas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024 disorot masyarakat. Hal itu terjadi setelah beredar rekaman voice note diduga suara dari salah satu tim.
“KPU Sampang patut diragukan bilamana rekaman dari tim paslon petahana itu benar dan tentunya akan menjadi pemilihan terburuk sepanjang sejarah,” kata Zhaenal Abidin salah satu aktivis Sampang, Sabtu (26/10/2024).
Zhaenal menyampaikan, bocoran voice note dengan durasi 7 menit 16 detik itu akan menimbulkan perpecahan antar pendukung. Pasalnya, masyarakat telah berspekulasi penyelenggara pemilu tidak netral sehingga kontestasi politik lima tahunan ini tidak berjalan secara demokrasi.
“Penyelenggara Pilkada kalau tidak netral, bisa saja nantinya akan terjadi konflik perpecahan yang menimbulkan kericuhan antara pendukung paslon,” ungkapnya.
Diketahui, rekaman voice note tersebut viral di media sosial WhatsApp group. Suara dalam rekaman itu diduga mirip mantan Kepala Desa Jrengoan, Kecamatan Omben, H. Mustopa Ali. Ia mengklaim, bahwa dari 548 panitia pemungutan suara (PPS) yang tersebar se Kabupaten Sampang, 333 orang diantaranya memihak kepada pasangan calon H. Slamet Junaidi-Lora Mahfud disingkat Jimad.
Aktivis dari pantai Camplong itu sangat geram bilaman penyelenggara memihak kepada paslon di Pilbup Sampang ini. Masyarapat pun dibuat resah adanya rekaman voice note karena tidak netral dan profesional.
“Seharusnya penyelenggara menjadi tombak sekaligus mengawal pemilihan kepala daerah ini secara demokratis. Disisi lain, penyelenggara harus mempunyai karakteristik netral, independen, dan profesional,” tegasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




