Senin, 17 Juni 2019 09:10

Terkait Gugatan Ijazah Palsu dalam Pilbup Kediri, Paslon AA Merasa Diuntungkan

Rabu, 26 Agustus 2015 18:34 WIB
Terkait Gugatan Ijazah Palsu dalam Pilbup Kediri, Paslon AA Merasa Diuntungkan
Khoirul Anam saat mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Kediri. (arif kurniawan/BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pasangan Calon dari Partai Gerindra dan PAN Ari Poernomo Adi - Arifin Tafsir (AA) mengaku merasa diuntungkan dengan adanya gugatan terkait dugaan dokumen palsu sebagai persyaratan pelengkap Pendaftaran Pencalonan Bupati dalam Pilkada 2015 Kabupaten Kediri yang dilakukan salah seorang warga, yakni Khoirul Anam. (Baca juga: Warga Temukan Ijazah dan Rekom Palsu Dua Paslon Bacabup dan Bacawabup Kediri)

Dikatakan Ari, adanya gugatan yang dilayangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Kediri terkait Ijasah dan Hasil Verifikasi dari Universitas Brawijaya (UB) yang diduga palsu akan semakin menaikkan popularitas pencalonannya sebagai Bupati Kediri periode 2016-2020.

"Dengan gugatan tersebut malah popularitas kita semakin naik, dan sudah tepat jika gugatan tersebut ditujukan ke UB, biarkan pengadilan yang nantinya menyelesaikan," Kata Ari usai pengambilan Nomor urut Selasa (25/8). (Baca juga: KPUD Kediri Tetapkan 2 Paslon, Universitas Brawijaya Digugat)

Dia mengaku jika gugatan tersebut tidak mengganggu persiapan masa Kampanye dari Tim pemenangannya, dan dia tidak akan menggugat orang yang telah menilai Ijazah miliknya palsu. "Buat apa kita buang-buang waktu untuk menggugat orang, saat ini kita fokus menangkan pemilu," terang Ari.

Hal senada dikatakan Ketua DPD Gerindra Kabupaten Kediri Arif Junaidi. Menurutnya, pihaknya sudah menyiapkan beberapa pengacara handal dalam persidangan nanti. "Kita siap-siap saja, kita siapkan beberapa pengacara dalam persidangan nanti," kata Arif.

Sementara Tim pemenangan pasangan calon Harmas H Sulkani, saat dikonfirmasi terkait gugatan tersebut enggan menjawab. Dia mengatakan menyerahkan persoalan tersebut ke KPUD Kediri dan Panwas Kab Kediri selaku institusi penyelenggara pemilu. "Itu bukan lagi wilayah Harmas, tanya aja ke KPU dan Panwas," ungkap Sulkani singkat. (rif/rvl)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Minggu, 09 Juni 2019 23:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag53. Waqul li’ibaadii yaquuluu allatii hiya ahsanu inna alsysyaythaana yanzaghu baynahum inna alsysyaythaana kaana lil-insaani ‘aduwwan mubiinaan.Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengu...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...