Djauhari Luthfi, Direktur Utama PD Pasar Joyoboyo (kiri depan) saat memantau Monev Sosial Media. Foto: Ist.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - PD Pasar Joyoboyo bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kediri menggelar Monitoring Evaluasi Sosial Media di aula pasar setempat, Rabu (26/6/2024).
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh kontributor media sosial PD Pasar Joyoboyo itu dilakukan, untuk menciptakan keterbukaan informasi yang diselenggarakan oleh pasar.
BACA JUGA:
- Diskominfo dan Dinsos Sampang Kolaborasi Siapkan Sosialisasi Larangan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun
- DM Instagram Sekarang Bisa Tulis Huruf Tebal, Begini Caranya!
- Perkembangan Teknologi, Bos Instagram Ngaku Meta Kesulitan Bedakan Konten Asli atau AI
- Viral Pengendara Motor di Surabaya Bawa Kardus Berisi Barang Harga Rp70 Jutaan
“Kita memberitakan kepada masyarakat jadi tidak ada yang ditutupi dan kita berusaha menyebarluaskan apapun yang dilakukan PD Pasar,” ujar Djauhari Luthfi, Direktur Utama PD Pasar Joyoboyo.
Menurutnya, media sosial yang dimaksud seperti Instagram, Facebook dan Website itu, dikelola oleh tim yang terdiri dari perwakilan masing-masing pasar di bawah naungan PD Pasar Joyoboyo.
Namun, pihaknya juga membuka kesempatan kepada para pedagang yang ingin berkontribusi dalam publikasi kegiatan pasar.
“Selain kami punya tim Medsos yang akan mengolah berita dan publikasi, kami juga membuka saran dan masukan masyarakat untuk perbaikan pasar, jadi apa saja yang belum baik, akan kami lakukan perbaikan untuk pengembangan pasar,” terangnya.
Djuhari mengatakan, engagement atau keterlibatan masyarakat pada performa sosial media mengalami peningkatan.
“Alhamdulillah kami sangat mengapresiasi antusias feedback dari masyarakat tinggi dan positif. Meski demikian kami tetap berupaya meningkatkan target sesuai rencana bisnis tahun 2024-2028 dengan cara semakin gencar melakukan publikasi kegiatan kami melalui medsos,” ucapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





