Yang menarik, film ini tidak hanya didukung fakta dan data tapi juga diperkuat dengan investigasi. Maklum, film dokumenter ini melibatkan tiga ahli hukum tata negara ternama. Mereka adalah Bivitri Susanti, Zainal Arifin Mochtar, dan Feri Amsari.
Menurut Bivitri, secara umum film Dirty Vote adalah rekaman sejarah tentang rusaknya demokrasi di Indonesia.
Film Dirty Vote, tutur dia, bercerita tentang dua hal. "Pertama, tentang demokrasi yang tak bisa dimaknai sebatas terlaksananya pemilu, tapi bagaimana pemilu berlangsung. Bukan hanya hasil penghitungan suara, tetapi apakah keseluruhan proses pemilu dilaksanakan dengan adil dan sesuai nilai-nilai konstitusi," kata Bivitri dilansir medcom.id.
"Kedua, tentang kekuasaan yang disalahgunakan karena nepotisme yang haram hukumnya dalam negara hukum yang demokratis," tambahnya










