Anggota DPR RI asal Fraksi Amanat Nasional (PAN) Prof. Zainudin Maliki saat ngobrol santai dengan wartawan Gresik. Foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Porsi anggaran dana alokasi khusus (DAK) pendidikan di Kabupaten Gresik dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) masih kalah jauh dengan Kabupaten Lamongan.
Hal ini diungkapkan Anggota Komisi X DPR RI asal Fraksi Amanat Nasional (PAN) Prof. Zainudin Maliki saat ngobrol santai dengan wartawan Gresik di Kantor DPD PAN Gresik, Minggu (16/4/2023).
BACA JUGA:
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
- Isi Kekosongan Kabag Prokopim dan Umum, Bupati Gresik Tunjuk Plt
- Sekda Gresik Serahkan SK Pensiun Kadis Pertanian, Kenaikan Pangkat dan Tugas Belajar ASN
"DAK Gresik untuk pendidikan kalah dengan Kabupaten Lamongan," ucap Prof. Zainudin.
Ia menyontohkan tahun 2022 misalnya, Kabupaten Gresik mendapatkan DAK pendidikan Rp15,2 miliar. Sementara Kabupaten Lamongan mendapatkan Rp67 miliar.
"Jauh sekali terpautnya DAK pendidikan antara Gresik dan Lamangan," terang politikus asal dapil X (Gresik dan Lamongan) ini.
Prof. Zainudin menyatakan besar kecilnya DAK pendidikan tak lepas dari beberapa faktor. Antara lain lobi dan progres pelaksanaan DAK tahun sebelumnya.
Padahal, lanjut dia, DAK dapat digunakan untuk sejumlah kegiatan fisik. Di antaranya pembangunan fisik sekolah dan perangkat pendukung sekolah. Misal lokal (kelas) sekolah dan IT seperti perangkat komputer.
Sebagai anggota DPR RI asal Gresik, Prof. Zainudin siap memperjuangkan agar DAK pendidikan di Gresik naik. Sehingga, makin banyak kebutuhan infrastruktur sekolah yang tak bisa tercukupi dari APBD bisa dibantu dari APBN.
"Ya, saya siap memperjuangkan," tutupnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




