Lulusan Sekolah Menengah Farmasi Terancam Nganggur

Selain itu untuk melanjutkan kuliah lagi bagi sebagian TTK juga terbentur masalah biaya dan kemampuan atau daya ingat menyerap ilmu di bangku kuliah. Maklum saja rata rata usia mereka ini sudah terbilang tidak mudah lagi, seperti salah satu TTK asal Jabar, Ayub, yang kini berusia 65 tahun setelah 40 tahun mengabdi menjadi PNS. Ayub tak sendirian karena banyak contoh dari para TTK berusia senja.

Di sisi lain Heru Purwanto mengaku mendukung upaya untuk menambah wawasan baru kepada para anggota PAFI Cabang Surabaya melalui seminar ini. Sebab dengan mengikuti seminar mereka akan mendapat ilmu ilmu baru dan tingkat kompetensi keahlian farmasinya, yang berguna bagi pekerjaannya sehari hari.

Seminar ini sendiri diikuti sekitar 1.000 peserta, tidak hanya berasal dari Surabaya tetapi juga dari Sidoarjo dan daerah lainnya. Khotimah, salah satu peserta seminar kepada Surabayakita.com mengatakan kalau bisa toleransi waktu kuliah D3 yang 6 tahun diperpanjang lagi sehingga banyak kesempatan bagi para TTK. "Kalau bisa ya jangan diterapkan dulu Undang Undang yang baru tersebut meski saya juga tetap akan melanjutkan kuliah lagi mengambil D3. Sebab kalau hanya diberi waktu 6 tahun banyak yang belum siap," kata pegawai Dinkes Sidoarjo ini.

Antusiasme para peserta seminar kali ini juga membuat pengurus PAFI Surabaya cukup senang. "Kami bersyukur, acara ini dihadiri ketua umum pusat, Dr.Faiq Bahwen MH. Jumlah peserta cukup banyak diluar perkirakan kami. Ini respon positip TTK Surabaya dan Jatim.Teman teman harus termotivasi, apakah kita siap untuk menyesuaikan syarat UU baru dengan Upgrade pengetahuan?," kata Catur Winarni SE Ketua PAFI Cabang Surabaya.

Sedangkan Ketua PAFI Jatim, Tri Pancoro mengingatkan pentingnya para TTK untuk aktif dalam seminar semacam ini. "Tantangan ke depan, bagaimana teman teman yang telah mengabdi 5-10 tahun. Juga bagaimana yang baru lulus SMK. Saya dukung agar mereka termotivasi. Saya suport agar teman teman Cabang untuk membuat event seperti ini untuk menyiapkan tenaga kerja dan persaingan dengan luar negeri,"ujar dia.

Dalam seminar ini sebagai pembicara, selain Heru Purwanto, juga ada Andriyanto SH Mkes sebagai Ketua Umum Komite Proffesi Tenaga Kesehatan Jatim yang menampilkan makalah Pemahaman dan aplikasi hukum kesehatan bagi TTK sebagai pendukung profesi. Menurutnya uji kompetensi bagi TTK ini penting. Sebab penyelenggara fasilitas kesehatan dilarang mempekerjakan tenaga kesehatan yang tidak memiliki kualifikasi dan izin melakukan pekerjaan profesi. Mengapa perlu uji kompetensi? "Sebab yang kita layani ini manusia dimana keselamatan dan kesembuhan pasien merupakan tujuan utama," ujarnya.

Seminar ini juga menghadirkan Soraya Haque, presenter dan juga tenaga penyuluh kesehatan. Istri Ekki Soekarno ini bicara soal etika komunikasi dengan memberikan tip bagaimana berkomunikasi dengan baik."Komunikasi itu tetap harus memperhatikan kepribadian, percaya diri, kredibilitas, aktualisasi dan pengenalan diri, citra diri dan kepemimpinan," kata perempuan yang tengah mengikuti program doktor Universitas Krisnadwipayana Jakarta ini. (lan/ns)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO