Ana saat melayani seorang pembeli yang membeli cabe. Foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Bulan Ramadan kurang sebulan lagi, namun harga beberapa komoditi di Pasar Setonobetek, Kota Kediri, terpantau ada kenaikan. Kenaikan dipicu dua kemungkinan, yaitu faktor cuaca yang membuat sejumlah petani menuai hasil panen yang kurang maksimal.
Ana (56), pedagang di Pasar Setonobetek, Kota Kediri, mengatakan bahwa sejak tiga hari lalu beberapa bahan kebutuhan rumah tangan sudah pada naik. Kenaikan harga tersebut karena pasokan memang berkurang dan faktor cuaca.
BACA JUGA:
- Jelang Nataru 2026, Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Harga dan Keamanan Pangan
- Harga Cabai Keriting di Jatim Hari Ini Turun, Simak Update Sembako Lengkap per 26 November 2025
- Daftar Harga Pangan Nasional Hari Ini, Minggu 16 November 2025
- Daftar Harga Sembako Kota Batu Hari Ini, Minggu 26 Oktober 2025
Menurutnya, kenaikan terjadi di hampir semua bahan kebutuhan seperti cabe rawit. Saat ini harganya mencapai Rp65 ribu/kg, padahal tiga hari lalu harganya masih Rp55 ribu.
Kemudian harga bawang putih menjadi Rp32 ribu/kg dari sebelumnya di kisaran Rp 28 ribu/kg. Untuk harga bawang merah Rp38 ribu/kg, sebelumnya di kisaran Rp. 30 ribu- 35 ribu. Bawang merah besar Rp45 ribu/kg dari sebelumnya Rp40 ribu/kg.
Sementara untuk cabe hijau besar harganya masih stabil, yaitu Rp35 ribu/kg. Sedangkan harga cabe merah besar ada kenaikan menjadi Rp45 ribu/kg, dari sebelumnya Rp30 ribu - Rp35 ribu/kg.
Cabe keriting menjadi Rp55 ribu, sebelumnya Rp50 ribu/kg. Bahkan, bawang lanang ada kenaikan harga 100 persen dari sebelumnya hanya Rp100 ribu/kg menjadi Rp200 ribu/kg
"Akhir-akhir ini pembeli juga sedang sepi. Contohnya untuk komoditas cabe rawit yang biasanya sehari bisa habis 4 kg per hari sekarang hanya 2 kg saja," kata perempuan berhijab itu, Jumat (24/2/203).
Sementara itu, Mansur, salah seorang pembeli asal Kelurahan Setonogedong, mengakui memang ada kenaikan harga untuk beberapa komoditi seperti sayur-sayuran dan kebutuhan lainnya seperti cabe.
"Untuk menyiasati kenaikan harga cabe misalnya, yang biasanya kami membeli setengah kilo, sekarang hanya membeli satu ons saja. Karena cabe itu juga bukan kebutuhan primer, sehingga bisa dikurangi," kata Mansur. (uji/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






