Menurut dia, acara itu menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan dan merupakan salah satu bentuk dari sinergitas yang telah terbangun antara pihak penyelenggara pemilu dengan pemerintah daerah.
"Tahapan-tahapan (pemilu) ke depan akan terus kita sinergikan. Supaya pelaksanaan pemilu tahun 2024 nanti, betul- betul bisa terselenggara dengan sebaik-baiknya," ujarnya.
Dalam upaya ini, forum mengundang para tokoh masyarakat, kepala ormas, dan perwakilan dari setiap elemen organisasi kemahasiswaan, guna menularkan ilmu dan pengetahuan yang didapat kepada masyarakat luas secara efektif dan efisien.
Kendati demikian, dengan kuota peserta yang hanya terbatas 40 orang tokoh pilihan, pihaknya menyebut puluhan peserta belum bisa mencakup 479 ormas dan OKP se-Kabupaten Jember yang telah tercatat dan terdaftar.










