Suasana rapat di Kantor BPS Jember.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Kenaikan tarif air minum menjadi penyumbang terbesar atas inflasi di Jember. Hal itu terungkap saat BPS Jember menerbitkan perkembangan indeks harga konsumen (IHK) November 2022, Kamis (1/12/2022).
Kepala BPS Jember, Tri Erwandi, mengatakan bahwa berdasarkan hasil tangkapan oleh para penghimpun data, maka Jember kembali menduduki peringkat pertama inflasi se-Jawa Timur, dengan komoditas unik sebagai penyumbang terbesarnya.
BACA JUGA:
- Hendak Gagalkan Curanmor, Karyawati SPPG di Umbulsari Jember Dibacok Pelaku
- Libur Lebaran, Pemkab Jember Sediakan Nakes dan Ambulans di Lokasi Wisata
- Rilis Hasil Survei IHK Februari 2026, BPS-TPID Kota Kediri Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Lebaran
- Pemkab Jember Percepat Konsolidasi Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026
Ia menyebut, Jember menjadi kabupaten dengan inflasi tertinggi, baik dihitung secara Month to Month (MtM) Oktober ke November 2022, Year on Year (YoY) November 2021 ke November 2022, maupun Year to Date (YtD)/ Januari hingga November 2022.
"Untuk (IHK) bulanan (MtM), Jember inflasi sebesar 0,81 persen. Kalau dilihat dari tahun kalender (YtD) sebesar 6,79 persen. Sedangkan inflasi tahunan (YoY), Jember masih menyentuh angka 7, yakni 7,76 persen," paparnya.

Di balik angka IHK itu, kata Tri, tarif air dari PDAM Jember menyumbang andil terbesar inflasi bulanan sebesar 0,41 persen. Hal ini dijelaskan oleh salah satu tim pengelola data BPS Jember, Meri.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




