Dosen Unej ini Temukan Pupuk Hayati Sekaligus Pengendali Nematoda Pertama di Indonesia

"Karena pada saat itu belum ada penelitian mengenai nematoda sista kentang, maka promotor saya menganjurkan agar saya melakukan penelitian. Itulah kali pertama saya berkenalan dengan nematoda yang kemudian berlanjut ke penelitian nematoda yang lain," tuturnya menambahkan.

Pada saat itu, Iis menempuh jenjang pendidikan S3 di Program Studi Biologi Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung. Kemudian di tahun 2010, ia melanjutkan penelitiannya yang berfokus pada nematoda bersama Kementerian Pertanian dan Universitas Padjadjaran. 

Ia mengeksplorasi rhizobakteri dan bakteri endofit, yang memiliki kemampuan menyuburkan tanaman sekaligus mengendalikan nematoda parasit tanaman, hingga berhasil menemukan beberapa isolat bakteri (Bacillus sp. dan Pseudomonas sp) yang memiliki potensi lebih unggul dari lainnya.

Kemudian pada 2020, Iis mendapatkan pendanaan dari Program Riset Inovatif Produktif (RISPRO) LPDP Kementerian Keuangan RI dan dana hibah internal melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Jember untuk melakukan penelitian.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: