Mahasiswa IAIN Madura korban ledakan balon helium saat dirawat di RSUD Slamet Martodirdjo.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 70 balon helium di Kampus IAIN Madura meletus bersamaan, Rabu (17/08/2022). Akibatnya, 3 mahasiswa dilarikan ke RSUD Slamet Martodirdjo akibat terkena ledakan.
Ketiga mahasiswa tersebut atas nama Imam Syafi'i, Wahyullah, dan Arisandi. Ketiganya dari program studi hukum keluarga islam (HKI) serta hukum ekonomi syariah (HES)
BACA JUGA:
- Protes Kejanggalan Pemilihan Ketua Hima, Mahasiswa PTN di Madura Jadi Korban Pengeroyokan
- Mahasiswa IAIN Madura Meninggal Usai Jatuh dari Ketinggian 18 Meter saat Latihan Panjat Tebing
- Universitas Madura Teken MoU dengan BPJS Kesehatan di Bidang Magang dan KKN
- Pj Bupati Pamekasan Launching IPJVT di RSUD Slamet Martodirdjo
Menurut Syafi'i, peristiwa tersebut berawal ketika dirinya dan dua korban lainnya sedang berswafoto dengan latar belakang balon-balon yang diikat ke batu.
"70 balon tersebut sedang diikat ke batu, dan dua teman saya yang bernama Wahyullah dan Arisandi hendak berfoto. Saya di belakang mereka juga hendak ikut berfoto, dan tangan saya sempat menyentuh balon. Namun, seketika balon tersebut meletus secara bersamaan,'' jelasnya.
Balon gas helium itu diduga merupakan milik salah satu kelompok PBAK IAIN Madura.
Ketua Dema Fakultas Syariah Moh Iqbalul Khavey MZ membenarkan kejadian tersebut. Namun dirinya tidak tahu secara pasti kronologi meletusnya balon itu.
"Namun, info yang saya terima, ketiganya sedang berfoto selfie, balon itu diikat di batu. Karena posisi balon kurang tinggi, salah satu korban meninggikan balonnya sehingga diduga menyentuh galvalum di atasnya yang sedang panas akibat terkena matahari. Dan, 70 balon meletus bersamaan," pungkasnya. (dim/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




